• SMA KATOLIK RICCI I
  • Respect Integrity Caring Citizenship Initiative

MATERI LITERASI 1 : TOKOH

Literasi Ricci : Membaca Dunia Lewat Sekolah

Pertemuan 1


Jenis : Sidang Akademik
Hari Tanggal : Kamis, 05 Agustus 2021
Pemateri 1 : Andreas Purwo Santoso
Pemateri 2 : Danita Tarigan
Moderator : Gery Pintoko
Notulis  : Hewu Selvia
Penanggap 1 : Mira Aprilia
Penanggap 2 : Santi Margaretha
Doa/Dirigen : Pius Patty




Materi 1 : Andreas Purwo Santoso


Charles Dickens

oleh : Andreas Purwo Santoso

(staff Pengajar SMA Ricci Jakarta)


Charles Dickens, seorang penulis berkebangsaan Inggris (Britania Raya) yang hidup di era Victoria. Perkenalan saya dengan karya – karya Dickens dimulai pada tahun 2006, ketika itu untuk mengisi waktu senggang di jam – jam antar kuliah, saya sering mengunjungi perpustakaan dan mulai berani untuk membaca jurnal – jurnal ilmiah ataupun majalah – majalah berbahasa Inggris, seperti : National Geographic, Time Magazine, dsb yang tersedia di perpustakaan Universitas Sanata Dharma. Pengalaman “dapat mengikuti” apa yang tertulis di dalam jurnal – jurnal ataupun artikel – artikel berbahasa Inggris tersebut, membuat saya termotivasi untuk meluangkan lebih banyak waktu, membaca tulisan – tulisan berbahasa Inggris lainnya, terlebih literatur sastra berbahasa Inggris. A Christmas Carol karya Charles Dickens adalah literatur Inggris pertama yang saya “nikmati” dalam bahasa ibu si penulis, dan sejak saat itu, saya menjadi “penikmat” karya – karya Dickens. Kecintaan saya akan karya – karya Dickens dikarenakan : seperti hal nya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Indonesia yang juga saya kagumi, Dickens jarang sekali menggunakan majas yang berbunga – bunga, sebaliknya gaya bahasa Dickens dan juga Pram amatlah lugas, di sisi lain  mereka mengupas tema – tema sosial secara mendalam dalam tulisan – tulisan mereka. 

Charles John Huffam Dickens atau yang lebih dikenal dengan panggilan Charles Dickens, lahir di Portsmouth daerah pesisir selatan Inggris pada tanggal 7 Febuari 1812. Ia adalah anak kedua dari delapan bersaudara, buah cinta pasangan John Dickens dan Elizabeth Barrow. Ayahnya adalah seorang juru tulis di Angkatan Laut Kerajaan Inggris, sedangkan ibunya bercita – cita menjadi seorang guru dan direktur sekolah. Dalam strata sosial kerajaan Inggris kala itu, keluarga ini berada dalam golongan menengah bawah, walaupun kedua orang tua nya telah berusaha sangat gigih dalam pekerjaan mereka, kondisi keuangan keluarga ini tidaklah berkecukupan, tetapi meskipun demikian keluarga ini mengalami masa – masa yang membahagiakan pada mulanya, terutama pada masa menetap di Chatham. 

Meskipun Charles Dickens dilahirkan di Portsmouth, tetapi kenangan akan kota itu tidaklah terlalu membekas pada benaknya, hal ini dikarenakan, pada tahun 1815 ayahnya ditugaskan ke London untuk periode yang singkat, dan kemudian dipindahkan ke Chatham, Kent pada tahun 1816 sampai dengan 1822. Dalam periode menetap di Chatham, keluarga Dickens mengalami masa – masa yang paling membahagiakan dan paling berkecukupan dalam kehidupan keluarga mereka. Tampaknya, pengalaman hidup di Chatham sangatlah membekas dalam ingatan Dickens, hal ini terlihat dalam beberapa pengambaran lokasi dalam karya – karyanya yang memiliki suasana latar belakang pedesaan, pelabuhan ataupun kastil. Seperti yang dituliskan oleh Andrew Sanders berikut ini :

 “London was to become the central phenomenon in Charles Dickens’s work, but the port and garrison town of Chatham and its neighbouring city of Rochester were to foster his imagination in another sense.”

 “London telah menjadi fenomena utama dalam karya – karya Dickens, akan tetapi pelabuhan dan pemukiman militer di Chatham dan kota sekeliling Rochester telah membawa imaginasinya ke tingkat yang berbeda.”

Akan tetapi, kebahagiaan masa kecil Dickens tidak berlangsung selamanya, pada tahun 1822 Dickens sekeluarga pindah ke Camden Town, suatu kawasan kumuh di London. Semenjak kepindahan tersebut, kondisi keuangan keluarganya lambat laun memburuk, yang disebabkan oleh buruknya kemampuan ayah Dickens dalam mengelola keuangan, dan hal ini diperparah lagi, dengan kebiasaan buruk sang ayah, yang memiliki gaya hidup yang melampaui kemampuan finansial keluarga tersebut, sehingga John Dickens terjebak dalam hutang yang dalam. Hutang yang semakin membengkak dan tidak mampu dibayar tersebut, yang pada akhirnya menyebabkan John Dickens diajukan ke pengadilan dan dijatuhi hukuman penjara pada tahun 1824. Hal ini terjadi ketika Charles Dickens baru genap berusia 12 tahun. 

Setelah John Dickens dipenjara, Charles Dickens terpaksa meninggalkan bangku sekolahnya untuk membantu ekonomi keluarganya, bekerja pada pabrik (penghitaman) sepatu. Ketika bekerja disana, Dickens memperoleh gaji bulanan sebesar 6 shilling / minggu (1 shilling = 1/20 poundsterling = 12 penny; 1 poundsterling = 240 penny, nilai tukar sebelum tanggal 15 Febuari 1971). Mengenang kembali pengalaman tersebut, yang ia lihat sebagai suatu momen perpisahan dengan masa mudanya, ia berkata “bagaimana mungkin seseorang (Dickens kecil) dengan begitu mudahnya tersingkir pada usia yang begitu muda.” Tampaknya pengalaman ini sangat membekas pada pedalaman (psikologi) Dickens. Ia merasa dikhianati dan ditinggalkan oleh para orang dewasa yang seharusnya merawat dan mencintai dirinya. Perasaan ini juga yang ia rasakan terhadap ibunya, yang alih alih memotivasi dirinya untuk melanjutkan sekolah ketika ayahnya terbebas dari penjara, melainkan memintanya untuk tetap bekerja agar mampu menyokong kehidupan ekonomi keluarganya tersebut. Sentimen yang ia rasakan sewaktu kecil, yang merindukan sosok orang dewasa yang “menyelamatkan” dirinya inilah, yang kemudian muncul berulang – ulang dalam karya – karyanya, seperti : Oliver Twist, Bleak House, Great Expectation, David Coperfield, dsb. 

Seperti yang ia impikan, pada akhirnya Charles Dickens dapat bersekolah kembali, ketika ayahnya mendapatkan uang warisan keluarga yang dipergunakan untuk melunasi segala utangnya. Akan tetapi, ketika Dickens berusia 15 tahun, ia kembali dipaksa, untuk meninggalkan bangku sekolahnya, dan kali ini untuk selamanya. Di tahun 1827, Dickens berhenti sekolah dan bekerja sebagai pesuruh kantor, untuk menyokong ekonomi keluarganya. Tetapi di sisi lain pekerjaan inilah yang menjadi titik balik dalam hidupnya, terutama dalam karirnya sebagai seorang penulis.

 Selang beberapa waktu setelah dipekerjakan, Dickens memulai karir sebagai jurnalis lepas yang meliput pengadilan hukum di London. Hanya dalam waktu yang singkat ia menjadi jurnalis untuk dua surat kabar terkemuka di London. Pada tahun 1833, ia mengirimkan sketsa cerita bergambar (komik) ke beberapa majalah dengan menggunakan nama pena Boz. Kumpulan sketsa – sketsanya tersebut dipublikasikan menjadi bukunya yang pertama yang berjudul Sketches by Boz pada tahun 1836. Pada tahun ini pulalah, tepatnya  tanggal 2 April 1836 Dickens yang waktu itu berusia 23 tahun menikahi Catherine Hogarth anak dari editor tempat ia bekerja. Catherine Hogarth adalah seorang penulis dan juga seorang aktris yang berbakat. Dari perkawinan yang pertama ini, Dickens dikaruniai 10 orang anak. Karena berasal dari keluarga menengah atas, di awal perkawinan mereka, Catherine berada dalam kelas sosial dan kondisi keuangan yang lebih tinggi dibandingkan suaminya, akan tetapi dalam waktu yang sangat singkat Dickens bertransformasi, dari seorang jurnalis yang bekerja untuk ayah Catherine menjadi seorang pria terkenal yang karya – karya nya bahkan dibaca oleh Ratu Victoria sendiri. Dalam beberapa tahun perkawinan mereka, pandangan – pandangan Dickens yang tertuang dalam karya – karya nya telah mempengaruhi wajah politik Britania Raya.

 Karya – karya  Dickens yang banyak mengulas kondisi kaum buruh yang dieksploitasi habis – habisan, khususnya para pekerja anak, mendapatkan tanggapan yang luar biasa dikalangan pembaca berbahasa Inggris (khususnya di Britania Raya dan Amerika Serikat). Selang beberapa minggu setelah terbitnya The Pickwick Papers, nama Dickens menjadi popular di masyarakat.  Diikuti cerita bersambung berikutnya yakni Oliver Twist (1837 – 1839) yang kemudian dicetak menjadi buku, Nicholas Nickleby (1838 – 1839), dan beberapa eksperimen tulisan di The Old Curiosity Shop (1840 – 1841) dan Barnaby Rudge (1841). Karena mengalami kelelahan fisik dan mental setelah menulis Barnaby Rudge, Dickens melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, untuk berlibur, dimana di negara tersebut Dickens menerima penghargaan quasi – royal honours sebagai selebritas literasi. Segala kesan dan pengalaman yang ia rasakan selama menginjakkan kaki di tanah Amerika ia tuangkan dalam karya nya yang berjudul American Notes (1842) dan Martin Chuzzlewit (1843 – 1844).

 Selain karya – karya yang telah disebutkan di atas, Dickens merupakan pelopor dalam mitologi Natal modern. A Christmas Carol yang ia tulis hanya dalam waktu beberapa minggu terakhir di penghujung tahun 1843, merupakan karya pertama dalam genre Natal yang pernah ada dalam literatur dunia, dan sejak saat itu istilah “kado Natal” menjadi popular di seluruh dunia, barangkali salah satu warisan besar yang diberikan Charles Dickens kepada dunia  adalah frasa “Christmas gift”. Cara pandang Dickens terhadap dunia setelah karya tersebut digambarkan sebagai “Filosofi Natal” dan ia sendiri dengan bangganya mengatakan bahwa “filosofi yang saya pegang adalah Carol Philosophy”, konon ada seorang pengusaha di Amerika Serikat yang kemudian memberikan libur (catatan penulis : pada masa itu belum dikenal adanya libur Natal bagi para pekerja) dan memberikan bonus Natal bagi para pekerjanya, setelah membaca buku tersebut.

  Karya – karya Dickens yang bertemakan Natal muncul lagi di kemudian hari, dalam bentuk novel, cerita pendek ataupun esai (sampai dengan tahun 1867), oleh karena itu nama Dickens sangatlah melekat dengan Natal bagi masyarakat Inggris. Hal ini terlihat dari tanggapan masyarakat Inggris ketika Dickens meninggal dunia pada tanggal 9 Juni 1870. Di salah satu artikel surat kabar Inggris terkemuka, diceritakan bahwa terdapat suatu kejadian di kota London, dimana ketika seorang ayah mengabarkan kepada anaknya bahwa Charles Dickens meninggal dunia, anak dari ayah tersebut kemudian bertanya : “lantas ayah, apakah ‘Papa Natal’ juga turut mati bersamanya?” Hal ini menunjukkan bahwa, Charles Dickens bukanlah seorang penulis semata, ia telah menjadi figur Papa bagi seluruh rakyat Inggris, yang setiap tahunnya, berkunjung ke rumah – rumah mereka,  mendendangkan kisah Natal bagi para pembacanya.

 Tetapi di antara sekian banyak karya yang Dickens hasilkan, ada satu karya yang sangat bersifat pribadi baginya, yaitu David Copperfield, tentang buku dan tokoh ini ia menulis :

“…It will be easily believed that I am a fond parent to every child of my fancy, and that no one can ever love that family as dearly as I love them. But, like many fond parents, I have in my heart of hearts a favourite child. And his name is David Copperfield.”

 “…Sangatlah mudah dipercaya bahwa aku adalah orangtua yang mencintai setiap karakter rekaanku, dan tidak ada seorang pun yang akan mampu mencintai keluarga itu, melebihi rasa cinta ku kepada mereka. Akan tetapi, layaknya orangtua – orangtua lainnya yang penuh cinta, Ada seorang anak tercinta yang tergores dalam hatiku. Dan ia bernama David Copperfield.”

David Copperfield dimuat dalam cerita bersambung dalam kurun waktu 1849 – 1850, dan kemudian dibukukan pada tahun 1850. Walaupun tidak begitu mendapatkan apresiasi yang luar biasa dibandingkan karya – karya nya sebelumnya, akan tetapi Dickens sangatlah mencintai karya nya yang satu ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa David Copperfield merupakan personifikasi Dickens muda, yang dipaksa oleh keadaan untuk meninggalkan bangku sekolah, dan berhadapan dengan kerasnya dunia. Tampaknya dalam karya nya yang satu ini, Dickens ingin menemukan dirinya yang hilang dan berdamai dengan masa lalunya.

 Dan sekarang, apa yang dapat kita pelajari dari kisah hidup ataupun karya – karya yang ditulis oleh Dickens? Saya melihat ada dua hal yang dapat kita pelajari dari dirinya :

  1. Yang pertama, ia mampu untuk terus menjalani kehidupan, sepahit apa pun kisah yang harus ia jalani. Apakah ia pernah mengeluh ataupun marah? Kepada orang tua ataupun Tuhannya? Saya berasumsi ia pasti mengalami fase tersebut, dan fase tergelap kondisi batin ataupun psikis lainnya, akan tetapi ia mampu bertahan dan melewati fase tersebut, untuk kemudian bergerak, merangkak naik menuju terang. Ia mau dan mampu merangkul rasa pahit yang harus ia terima, dan ternyata, rasa pahit tersebut berubah menjadi rasa suka cita bagi banyak orang, di masa depan.

Yang kedua, ia mampu memaknai penderitaan yang ia alami, oleh karena itu, ia mampu memaksimalkan bakat yang ia miliki, yaitu menggambar dan menulis untuk menghasilkan karya – karya yang tidak saja mengubah nasib kaum buruh dan pekerja anak di Britania Raya namun juga di seluruh dunia. Dickens membuktikan apa yang dikatakan oleh Edward Bulwer – Lytton, seorang sastrawan Inggris lainnya yang pada tahun 1839  menulis “A pen is mightier than a sword” (Sebuah pena lebih sakti daripada sebilah pedang). Melalui goresan pena nya, Dickens telah dan akan selalu, menginspirasi anak – anak dari segala bangsa dan zaman, untuk menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik.



Daftar Pustaka : 

Dickens, Charles. David Copperfield (London : Penguin Popular Classics, 1994)

https://en.wikipedia.org/wiki/Shilling_(British_coin).

https://www.bbc.com/news/magazine-30729480.  Who First Said “The pen is mightier than the sword’? oleh Alison Gee. Diterbitkan : 9 Januari 2015

https://www.bbc.com/culture/article/20160519-the-forgotten-wife-of-charles-dickens. The Forgotten Wife of Charles Dickens oleh Lucinda Hawksley. Diterbitkan : 19 Mei 2016

https://www.biography.com/writer/charles-dickens. Charles Dickens Biography. Diterbitkan Edisi Terbaru: 4 Maret 2020 Edisi Perdana: 29 Oktober 2017

https://www.britannica.com/biography/Charles-Dickens. Charles Dickens British Novelist oleh Phillip Collins. Diterbitkan Edisi Terbaru : 5 Juni 2021

Sanders, Andrew. Oxford World’s Classics : Author In Context Charles Dickens (Oxford : Oxford University Press, 2003)



 




Materi 2 : Danilta Tariga

Albert Einstein Seorang Ilmuwan Yang Filosofis

Tokoh yang Berpengaruh Abad 20

 

 

Biodata  Albert Einstein

Nama lengkap             : Albert Einstein

Lahir                           : Kota Ulm, Wurttemberg, 14 Maret 1879

Wafat                         : Princeton, Amerika Serikat 18 April 1955

Orangtua                    : Hermann Einstein dan Pauline

Isteri                          : Mileva Maric (1903) dan Elsa Lowenthal(1919)

Anak                           : Hans Albert, Lieserl dan Eduard

 

Biografi Singkat Albert Einstein

Albert Einstein adalah seorang fisikawan dan seorang filsuf. Ia menjadi salah satu ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia. Nama Einstein sering diasosiasikan dengan kata pintar atau genius, sehingga ketika ada siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dapat dikatakan memiliki Otak Einstein.

Di masa kecil Albert dianggap sebagai anak terbelakang, karena ia terlambat dalam berbicara dan dikenal sebagai anak autis. Ia dikenal sebagai seorang yang pendiam dan suka bermain sendiri. Orangtuanya kuatir dengan keadaannya, kemudian Albert dibawa ke dokter untuk memeriksa keadaan Albert, tetapi dokter menyatakan bahwa Albert tidak mengidap penyakit apapun.

Beberapa waktu kemudian Albert mampu berbicara, kata yang pertama diucapkan yaitu “supnya terlalu panas”, akan tetapi Albert tetap menjadi seorang yang pendiam dan suka bermain sendiri. Permainan yang sangat disukai adalah susun balok, ia mampu menyusun balok hingga empat belas tingkat.

Albert terlahir dari keluarga keturunan Yahudi, akan tetapi ia tumbuh dan berkembang di lingkungan katolik. Albert mendapat pendidikan formal di sekolah katolik, sebab sekolah Yahudi terlalu jauh dari rumahnya. Albert juga mendapatkan pendidikan non formal yaitu kursus musik biola, kursus tersebut atas prakarsa ibunya. Di sekolah, Albert termasuk siswa yang sulit diatur dan banyak melakukan kenakalan. Albert membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjawab ketika ia ditanya oleh gurunya. Albert akan menjawab pertanyaan dengan lantang setelah ia bergumam.

Albert tertarik dengan fisika ketika ia berusia lima tahun, hal tersebut bermula dari ayah Albert yang membelikan sebuah kompas. Pada waktu itu Albert terbaring lemah karena sakit, kemudian ayahnya memberikan hadiah sebuah kompas. Albert terpesona dengan keajaiban kompas saku yang dibelikan ayahnya.  Ia melihat di mana arah jarum besi selalu menunjuk arah yang sama kemanapun kotak diputar. Kelak ia menyadari bahwa sesuatu di ruang yang “kosong” beraksi terhadap jarum di kompas tersebut. Pengalaman tersebut akan menjadi pengalaman yang paling mengesan dalam hidupnya.

Albert mengisi kegiatan di luar sekolah dengan bermain biola bersama ibunya. Mereka memainkan karya-karya Mozart dan Beethoven. Permainan biola mengantarkan Albert pada struktur matematikal dalam bermusik. Paman Albert yang bernama Jacob merupakan seorang ahli rekayasa suara. Jacob inilah yang mengenalkan Albert dengan matematika, sehingga Albert tertarik untuk mempelajarinya. Albert dihadiahi model mesin uap oleh kakak lelaki ibunya yaitu Casar Koch. Model mesin uap tersebut menambah wawasan Albert dalam fisika maupun matematika.

Ketika berusia 9 tahun Albert pidah sekolah ke Gymnasium, namun ia membenci sekolah tersebut. Di sekolah tersebut diterapkan peraturan dan kedisplinan yang ketat, bagi Albert hal tersebut hanya akan menimbulkan ketakutan dan menghancurkan rasa percaya diri. Pihak sekolah mengajarinya bersikap skeptis terhadap banyak hal, sehingga semakin mendorong Albert untuk semakin menyelidiki lingkungannya. Ketika berusia dua belas tahun Albert mulai serius dalam mempelajari matematika. Albert Einstein sangat mencintai matematika dan fisika, sehingga ia sangat menguasainya. Ia juga senang dengan pelajaran aljabar, baginya soal-soal aljabar merupakan sebuah teka-teki, sehingga ia merasa senang dan tertantang untuk mengerjakannya.

Ketika berusia 10 tahun Albert Einstein sudah mengenal buku filsafat karangan Immanuel Kant yang berjudul Euclid’s Element. Bagi Albert Einstein buku tersebut merupakan buku suci geometri. Buku tersebut kemudian mempengaruhi pandangan hidupnya bahwa pengetahuan berasal dari sebuah pengalaman. Ketika berusia 16 tahun, Albert pergi ke Aarau, Swiss untuk menyelesaikan sekolah menengahnya. Ia menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1896. Kemudian ia beberapa kali mendaftar di Eidgenossische Technische Hochschule, pada akhirnya ia diterima dan berhasil menyelesaikan pendidikannya. Pada tahun berikutnya ia melepas kewarganegaraan Wurttemberg dan menjadi orang tanpa kewarganegaraan.

Pada tahun 1898 Albert berpacaran dengan Mileva Maric, mereka mempunyai dua orang anak Hans Albert dan Lieserl. Pada tahun 1900 Albert memperoleh kewenangan untuk mengajar di Eidgenossische Technische Hochschule. Setahun kemudian ia diterima sebagai warga negara Swiss. Pada tahun-tahun awal sebagai warga Swiss ia lebih banyak mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains bersama dengan teman-temannya. Pada tahun 1905 Albert mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis “Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen” (“On a new determination of molecular dimensions”) dari Universitas Zürich.

Pada tahun 1912 Albert Einstein  mengajar di Universitas Jerman di daerah Praha. Setahun berikutnya, pada tahun 1913 ia diangkat sebagai direktur Institute Fisika Kaisar Wilhlem di Berlin, Jerman. Albert Einstein mengembangkan penelitiannya sampai ia mampu menemukan teori relativitas umum pada tahun 1915. Teori relativitas merupakan sebutan untuk dua kumpulan teori fisika yaitu relativitas umum dan relativitas khusus. Teori ini diciptakan Albert Einstein untuk menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik tidak sesuai dengan teori gerakan Newton.  Pada kecepatan kobstan dibuktikan gelombang elektromagnetik dapat bergerak tanpa pengaruh gerakan sang pengamat.

Hidup cinta Albert Einstein tidak semulus penelitiannya, ia berpisah dari Mileva. Pada tahun 1919 ia menikahi sepupunya Elsa  Lowenthal. Pada tahun 1933 Albert Einstein membawa keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Alasan Albert Einstein membawa keluarganya ke Amerika Serikat yaitu ia khwatir kegiatan ilmiahnya pengajar ataupun sebagai peneliti terganggu. Albert memang lebih fokus dalam penelitianya, sehingga ia dikenal oleh banyak orang. Hingga akhir hidupnya ia berusaha menemukan teori fisika gabungan, di mana fenomena gravitasi dan elektromagnetik digabungkan dalam satu teori gelombang elektromagnetik. Pada tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warganegara Amerika Serikat. Albert Einstein meninggal dunia di rumah sakit Princeton Amerika Serikat pada tanggal 18 April 1955 di usia 76 tahun.

 

 

 

Perjalanan Karir

Sepanjang hidupnya, Albert Eisntein menerbitkan ratusan buku dan artikel, ia menerbitkan 300 makalah ilmiah dan 150 makalah non ilmiah. Pada tanggal 5 Desember 2014 sejumlah universitas dan lembaga arsip mengumunkan penerbitan makalah-makalah Einstein yang terdiri dari lebih 30.000 dokumen. Prestasi intelektual dan orisanalitasnya menjadikan kata “Einstein” identik dengan genius. Ia juga berkolaborasi dengan ilmuwan lain dalam berbagai proyek penelitian, salah satunya statistik bose-einstein dan kulkas Einstein.

Tahun 1905 merupakan tahun prestasi bagi Albert Einstein, karena Einstein banyak menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Adapun karya-karya dan penemuan Albert Einstein adalah sebagai berikut:

Maret 1905 : Paper tentang aplikasi  ekipartisi pada peristiwa radiasi. Tulisan tersebut merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper tersebutlah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.

April 1905 : Desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Zurich.

Mei 1905 : Papernya tentang gerak Brown.

Juni 1905 : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori reltivitas  khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik Bewegter Kerper (Elektrodinamika benda bergerak).

September 1905 : Kelanjutan papernya pada bulan Juni. Paper kelanjutan inilah yang sampai sekarang menjadi rumus termahsyurnya yaitu E = mc2. Rumus tersebut menyatakan bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E), c adalah laju cahaya di ruang hampa. (c >> 300 ribu kilometer per detik).

Tesis Albert menjadi luar biasa karena dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan tesis-tesisnya ke “Annalen der Physik”.

 

Karya Terbaik Albert Einstein

  1. Teori Relativitas,

Teori Relativitas ini dibagi menjadi dua, yakni Relativitas umum dan Relativitas khusus. Kedua teori tersebut dicetuskan oleh Einstein pada akhirnya berguna untuk menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik dianggap tidak sesuai dengan teori gerakan Newton. Melalui teori ini akhirnya banyak yang memprediksi bahwa relativitas umum cukup berbeda dengan prediksi fisika klasik.

 

  1. Gerak Brown

Gerak Brown merupakan gerakan yang secara terus menerus dari suatu partikel zat cair ataupun gas. Hal tersebut berarti partikel ini tidak pernah dalam keadaan stasioner atau sepenuhnya diam.

 

  1. Persamaan massa dan Energi,

E=mc2 merupakan sebuah rumus fisika yang dapat menjelaskan persamaan nilai antara energi (E) serta massa (m). Hal tersebut dapat di setarakan secara langsung lewat konstanta kuadrat laju cahaya dalam vakum (c2).

 

  1. Efek Foto Listrik.

Efek Fotolistrik adalah cahaya yang terdiri dari partikel kecil yang disebut foton, lalu membawa energi yang sebanding dengan fekuensi cahaya. Teori inilah yang membawa Albert Einstein mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1921.

 

  1. Statistika Bose-Einstein,

Statistika Bose-Einstein dapat berguna untuk mengatur partikel identik yang sudah tidak dapat dibedakan walaupun partikel yang dimaksud dapat di cacah.

 

 

Albert Einstein Ilmuwan yang Berfilosofis

Albert Einstein dikenal sebagai seorang ilmuwan yang ahli dalam bidang matematika, fisika dan aljabar. Dibalik kejeniusannya, tersimpan banyak filosofis di dalam hidupnya. Ia merangkai perjalanan hidupnya dalam perkataannya. Berikut kutipan-kutipan kata-kata  Albert Einste:

  1. Saya bukannya pintar tapi saya boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama Ketika saya menghadapi masalah.
  2. Imaginasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas, sedangkan imaginasi meliputi seluruh dunia, merangsang kemajuan, melahirkan evolusi.
  3. Seseorang yang tidak pernah buat kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.
  4. Kita tidak dapat memecahkan masalah dengan cara berpikir yang sama ketika kita membuatnya.
  5. Menjauhlah dari orang negatif, mereka memiliki masalah dari setiap solusi.
  6. Jangan pernah menyerah dari apa yang anda ingin lakukan. Seseorang dengan mimpi yang besar labih kuat disbanding yang lainnya.
  7. Hendaklah segalanya dibuat sederhana mungkin, tetapi bukan asal sederhana.

 

Belajar dari Albert Einstein

Tokoh Albert Einstein dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Ia mengajarkan ketekunan dalam berbagai karyanya.Ia selalu fokus dengan apa yang ia kerjakan. Hidupnya juga dipersembahkan demi perkembangan ilmu pengetahuan, sampai saat ini teori yang ia temukan masih digunakan dalam bidang fisika. Ia terus menerus belajar, sebagai manusia hendaklah kita juga menjadi makhluk pembelajar, seperti yang telah diteladankan oleh Albert Einstein.

Albert Einstein tidak pernah merasa takut ketika ia mencoba hal-hal yang baru. Kehidupan cintanya juga pernah mengalami kegagalan, penelitiannya juga pernah mengalami kegagalan, namun ia tetap tekun dalam menjalani hidupnya. Hasil yang cemerlang tentu dihasilkan dari ketekunanan dan kedisiplinannya.

Semasa kecilnya Albert Einstein dipandang sebagai orang yang terbelakang, bahkan autis, akan tetapi ia menggali potensisnya dengan diam. Ia memberikan diri seutuhnya bagi perkembangan dirinya. Berbagai pandangan terhadap dirinya semasa kecil dapat ia atasi dengan menilai dirinya secara positif. Sepanjang hidupnya ia selalu belajar menggali pengalaman-pengalaman secara positif.




Daftar Pustaka

Anom Whani Wicaksana. Albert Einstein. Yogyakarta: C-klik Media, 2018

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Materi Literasi 8 : E-COMMERCE : E - Commerce suatu solusi dalam sistem perdagangan ataukah menghasilkan sistem pasar yang monopolistik.

LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH     PETUGAS :    Moderator Sdri Gracella Kurniawan (XII.3) Notulis Sdr. Elvina Budisartono (XII.3) Doa / Dirigen

21/09/2021 11:39 - Oleh Administrator - Dilihat 104 kali
MATERI LITERASI 7 : FILM DOKUMENTER

MATERI LITERASI 7 : Film Dokumenter  LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH MATERI LITERASI 7   PETUGAS :  Moderator Sdri Elvira Budisartono (XII.3) Notulis Sd

14/09/2021 08:38 - Oleh Administrator - Dilihat 121 kali
MATERI LITERASI RICCI 6 : Operasi Plastik dan Standar Kecantikan : Perlukah?

MATERI LITERASI RICCI 6 : Operasi Plastik dan Standar Kecantikan : Perlukah?LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH PERTEMUAN 6 : DEBAT LITERASI  PETUGAS :  Moderator

07/09/2021 07:43 - Oleh Administrator - Dilihat 146 kali
MATERI LITERASI 5 : BUKU/KOMIK/MAJALAH

MATERI LITERASI RICCI 5 : BUKU/KOMIK/MAJALAH   LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH MATERI LITERASI 5 Moderator Sdr Phillips Steven Mursalim (XII.2) Notulis Sdri

31/08/2021 08:53 - Oleh Administrator - Dilihat 129 kali
MATERI LITERASI RICCI 4 : GENERASI INDONESIA 2045 : GENERASI EMAS ATAU CEMAS ?

LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH PERTEMUAN 4 : DEBAT LITERASI  PETUGAS :  Moderator Sdr Albert Yulius Ramahalim (XII.1) Notulis Sdri. Graciella Natahnia W. (X

25/08/2021 19:33 - Oleh Administrator - Dilihat 254 kali
MATERI LITERASI RICCI 3 : FILM FIKSI

LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH MATERI LITERASI 3  Moderator Sdri Jennifer Tantowi (XII.1) Notulis Sdri Geral Dinne Jovinta (XII.1) Doa / Dirigen Sdr Bryan Meyv

18/08/2021 07:08 - Oleh Administrator - Dilihat 271 kali
MATERI LITERASI 2 : Fenomena Makanan Berlabel BTS : Hal Positif atau Konsumerisme ?

Literasi Ricci : Membaca Dunia Lewat Sekolah   Pertemuan 2 : Debat Literasi   Moderator : Marcel Rottebayan Notulis  : Gery Pintoko Doa Dan Dirigen : Roslinawati Panelis

09/08/2021 16:59 - Oleh Administrator - Dilihat 500 kali
LITERASI GURU/PUISI/ BELUM DIBERI JUDUL

Belum Diberi Judul Sebuah Puisi Kemerdekaan dari : Gilby Fernando (Guru PPKN)   Banyak pertanyaan didalam pikiranku Membuat resah gelisah gundah hatiku Baiknya ku tuangkan dalam se

04/08/2021 09:48 - Oleh Administrator - Dilihat 1215 kali
LITERASI SISWA | IMUNITAS, si PENJAGA TAK TERLIHAT

IMUNITAS, si PENJAGA TAK TERLIHATCara Kerja Sistem Imunitas dan Kaitannya Terhadap Obat Maupun Fenomena Lingkungan Sekitar Karya Tulis ini Dibuat untuk Memenuhi Nilai Mata Pelajaran Bio

08/06/2021 12:19 - Oleh Administrator - Dilihat 164 kali
MENGENAL MATTEO RICCI LEBIH DEKAT

Pastor Matteo Ricci SJ atau lebih dikenal dengan Nama Matteo Ricci adalah seorang misionaris asal Italia yang lahir pada tanggal 06 Oktober 1552 di Macerata, kota di bagian Timur Italia

11/05/2021 13:07 - Oleh Administrator - Dilihat 266 kali