• SMA KATOLIK RICCI I
  • Respect Integrity Caring Citizenship Initiative

MATERI LITERASI RICCI 4 : GENERASI INDONESIA 2045 : GENERASI EMAS ATAU CEMAS ?

LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH

PERTEMUAN 4 : DEBAT LITERASI 

PETUGAS : 

Moderator Sdr Albert Yulius Ramahalim (XII.1)
Notulis Sdri. Graciella Natahnia W. (XII.1)
Doa / Dirigen Sdri Silviana (XII.1)
Team Panelis Pro Sdri Novia, Sdr Sebastian Tantowi, Sdri Laura Aurelia (XII.3)
Team Panelis Kontra Sdr Matthew L, Sdr Kyan Widjaja, Sdri Veronica S. (XII.2)

 

ARGUMENTASI PANELIS PRO

SELAYANG PANDANG GENERASI EMAS 2014 INDONESIA : SEBUAH OPTIMISME TENTANG MASA DEPAN[1]

Oleh :

Novia, Sebastian Tantowi, Laura Untung[2]

 

  1. Pendahuluan

Indonesia adalah Negara dengan tingkat populasi paling tinggi di kawasan Asia tenggara dan urutan keempat di seluruh dunia.  Jumlah populasi ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2045, tetap satu abad kemerdekaan Indonesia. Pada momentum ini, Indonesia memasuki masa yang sering disebut dengan masa “bonus demografi”. Bonus demografi ini mengacu pada kelompok usia muda atau usia produktif menjadi komposisi masyarakat paling dominan. Untuk mempersiapkan ini, beberapa hal telah dipersiapkan untuk menyongsong periode ini, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan terus dilakukan untuk mempersiapkan diri.

Untuk menjadi bangsa yang sukses memanfaatkan bonus Demografi ini, Indonesia harus bersiap. Bonus demografi bisa menjadi bumerang jika tidak bangun pondasi yang kuat saat ini. Namun meski begitu, penulis memandang bahwa di 2045 saat bonus demografi itu mencapai puncaknya, Indonesia akan mampu mendapatkan manfaat maksimal. Optimisme ini dibangun bukan hanya berdasarkan angan-angan namun merujuk pada data dan persiapan yang saat ini sangat serius untuk dilakukan.

 

  1. Indonesia dan 2045.

Pada tahun 2045, Indonesia memasuki satu abad setelah kemerdekaan. Pada tahun ini, Indonesia mengalami sebuah era dimana komposisi penduduk muda usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan usia lainnya. Fenomena ini membuat Indonesia memiliki sumber daya manusia atau angkatan kerja yang sangat melimpah.  Selain jumlah dan formasi penduduk, Indonesia pada tahun 2045 diprediksi masuk dalam 5 besar ekonomi negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 309 juta orang dan angka pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita mencapai kurang lebih USD 23.000[3].

Melihat barisan data-data ini, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang sejajar dengan negara besar lainnya. Presiden Joko Widodo menyampaikan gagasan dalam pidato Mimpi Indonesia Emas 2045. Dalam pidatonya Presiden menyatakan “Pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia adalah kombinasi yang baik untuk menjadi negara kuat secara ekonomi. Asal jangan ada turbulensi politik, hitungan kami pada 2040 – 2045, Indonesia akan menjadi 4 besar negara terkuat ekonomi dunia”.[4]

  1.     Generasi Emas 2045 dan  Tantangannya

Sukses menjadi negara emas 2045 tidak bisa dilakukan hanya dengan menunggu tahun itu datang. Masyarakat Indonesia secara keseluruhan harus ikut bergerak bersama untuk meraih cita-cita itu. Untuk meraih mimpi itu, kita perlu memiliki rasa optimisme dan karakter yang kuat untuk menjadi bangsa yang besar dan sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di Dunia.

Salah satu tantangan untuk 2045 adalah pertumbuhan ekonomi. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan bahwa Indonesia Emas pada 2045 dapat tercapai dengan syarat pertumbuhan ekonomi Indonesia harus konsisten di kisaran rata-rata 5%. Dengan demikian untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, pada periode 2020–2030 pertumbuhan ekonomi minimal sebesar 6%. Pada periode 2020–2025 ekonomi Indonesia ditargetkan tumbuh sebesar 6%, periode 2025–2030 tumbuh 6,2%, periode 2030–2035 rata-rata 5,9%, periode 2035–2040 rata-rata 5,6%, dan periode 2040–2045 rata-rata 5,4%.[5]

Selain tantangan dalam bidang ekonomi, masih ada tantangan lain yang perlu diperhatikan untuk tujuan besar ini. Delapan tantangan Program Indonesia Emas 2045 antara lain: Tata kelola yang baik, Iptek yang mumpuni, tata ruang wilayah, meningkatkan kualitas SDM, efisiensi kinerja kementerian, pengelolaan SDA berkelanjutan, konektivitas daerah dan pastinya kesiapan infrastruktur. Proyeksi ini tentu sulit diwujudkan sendirian. Dibutuhkan sinergi dari semua pihak terutama yang bersinggungan langsung dengan kedelapan tantangan di atas. Bila hal ini dapat tercapai, bukan tak mungkin Indonesia Emas 2045 dapat terlaksana.[6]

Banyaknya tantangan ini bukan berarti langkah menuju emas 2045 menjadi berat.  Secara perlahan Indonesia sudah mulai bergerak dan berbenah untuk mempersiapkan diri. 2045 hanya sukses jika dengan maksimal dipersiapkan hari ini.

 

  1.     Langkah Besar Menuju 2045

Pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun, membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat indonesia. Pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah untuk menekan persebaran virus berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia. UMKM yang dulu menjadi Juruselamat ekonomi Indonesia dikala krisis 1998 kini babak belur dihantam pandemi. Beberapa bahkan akhirnya harus berakhir gulung tikar.  Bukan hanya UMKM, perekonomian Indonesia juga mengalami surut di tengah pandemi. Perekonomian Indonesia mengalami kontraksi hingga 5,32% (Y-on-Y) pada kuartal II 2020 lalu. Beberapa diantaranya disebabkan oleh berkurangnya kegiatan konsumsi masyarakat, dan Indonesia sempat menutup jalur perdagangan internasional[7]. Pandemi dan dampaknya juga adalah tantangan baru untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045.

Ditengah banyaknya tantangan dan halangan, Pemerintah Indonesia juga melakukan banyak kebijakan untuk mendukung Indonesia Emas 2045.  Kebijakan ini untuk menjawab tantangan-tantangan untuk menjadikan Indonesia menjadi Negara Maju.

Dalam bidang Infrastruktur, Presiden Republik Indonesia tidak main-main. Pada tahun 2019, Indonesia menggelontorkan dana 410 Triliun Rupiah untuk pengembangan dan pembangunan Infrastruktur. Infrastruktur ini termasuk jalan, bendungan, Irigasi, bandara, pelabuhan dan koneksi jaringan. Hal ini akan terus menjadikan Indonesia menjadi negara yang setiap wilayahnya terkoneksi dengan baik.  Koneksi bukan hanya koneksi transportasi tetapi juga koneksi internet, koneksi sosial antar wilayah yang lancar dan berkualitas.[8]

Dalam Bidang pendidikan, Pemerintah melalui Kementerian juga melakukan kebijakan selaras dengan cita-cita ini.  Meningkatkan kualitas guru di berbagai daerah dengan pelatihan-pelatihan, peningkatan kualitas perguruan tinggi dengan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan dan langkah strategis lainya atau yang sering disebut dengan Kampus merdeka. Langkah ini memang belum berjalan maksimal tetapi ini merupakan ikhtiar awal yang harus terus didukung.

Masalah lain yang juga terus diperbaiki oleh pemerintah adalah masalah kesehatan dan kemiskinan. Pada tahun 2014, Pemerintah membuat program yang menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan akses terhadap kesehatan melalui JKN.  Masih banyak hal yang terus dilakukan pemerintah untuk mempersiapkan generasi Emas 2045.

 

  1.     Penutup

Menyongsong 2045, bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan negara. Negara hanya menjadi moda besar dalam perjalanan ini.  Peran  sukses tidaknya Indonesia 2045 sebetulnya ada ditangan setiap warga Negara. Pemerintah boleh berupaya tetapi sejatinya rakyat Indonesialah yang memainkan peran utama.

Langkah-langkah Pemerintah untuk meningkatkan kualitas bangsa termasuk kualitas penduduknya harus terus kita dukung dengan cara meningkatkan kemampuan skill. Kami meyakini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu siap untuk menghadapi tantangan apapun.

Pemerintah telah melakukan banyak hal, tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda untuk memanfaatkan itu. Terus belajar dan senantiasa berusaha. Kita pasti menjadi warga yang maju di 2045. Salam Indonesia Emas.

 

keterangan dan Referensi

 [1] Tulisan ini disampaikan pada Debat Literasi SMA Katolik Ricci 1 Jakarta pada hari Kamis, 25 Agustus 2021

[2] Siswa kelas XII IPS dan merupakan panelis/Tim Pro dalam Debat Literasi

[3] https://nasional.sindonews.com/read/357116/18/kerja-keras-menuju-indonesia-emas-2045-1615115002

[4] https://indonesiabaik.id/infografis/menjadi-lima-terbaik-dunia-pada-2045

[5] https://nasional.sindonews.com/read/357116/18/kerja-keras-menuju-indonesia-emas-2045-1615115002

[6] https://www.suaramerdeka.com/opini/pr-04917605/optimisme-siapkan-generasi-emas?page=all

[7] https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/ekonomi-indonesia-pada-masa-pandemi-covid-19-potret-dan-strategi-pemulihan-2020-2021

[8] https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini-capaian-pembangunan-infrastruktur-indonesia/

 

 

 

ARGUMENTASI PANELIS KONTRA 

 

Cemas Berbalut Emas : Sebuah Kajian Mengenai Ancaman Tersembunyi Dibalik Optimisme Publik Akan Generasi Emas 2045.

oleh :

Kyan Widjaja, Matthew Lefrandt, Veronica Sjariffudin

 

Pendahuluan 

Sejak 5 tahun terakhir, pemerintah telah mencanangkan sebuah peta besar pembangunan nasional. Rencana ini disusun, karena diperkirakan Indonesia akan menerima bonus demografi pada tahun 2030-2040 nanti. Bonus demografi merupakan suatu keadaan dimana penduduk yang masuk ke dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Usia produktif didefinisikan sebagai usia warga negara berkisar antara 15 hingga 64 tahun [1]. Rencana besar dan perkiraan-perkiraan akan kemungkinan yang akan dicapai di masa depan telah disusun oleh badan negara terkait. Tugas lembaga ini meletakkan dasar kemudi ke arah tujuan negara yang ditetapkan. Optimisme dan prediksi-prediksi bombastis pun dibuat, namun apakah hal tersebut telah menjadi realita dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini? Adakah fakta – fakta tertentu yang dengan sengaja disembunyikan oleh pemerintah dibalik perkiraan-perkiraan optimis tersebut? Ada beberapa hal yang dapat kita kaji secara mendalam, sehingga kita dapat berasumsi bahwa generasi emas Indonesia tahun 2045 tidaklah se-emas yang kita kira? Berikut adalah argumentasi – argumentasi kritis kami atas prediksi optimis tersebut :

  1. PERKEMBANGAN SEJAUH INI

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laman websitenya, mengunggah prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2016-2045, dan 5 tahun telah  berlalu semenjak prediksi tersebut dipublikasikan. Oleh karena itu, terbuka peluang bagi kita untuk menganalisa kembali seperti apa pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun ke belakang. Berikut adalah data pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir :

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun

2016 : 5,02%

2017 : 5,07%

2018 : 5,17%

2019 : 5,02%

2020 : -2,07%

 

Beberapa tahun yang lalu, BPS memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia mampu bertumbuh 5,7% per tahun, karena pemerintah terus melakukan reformasi struktural dan memanfaatkan bonus demografi  serta kemajuan teknologi yang ada, sehingga diharapkan Indonesia mampu meningkatkan daya saing ekonominya. Sedangkan data di atas adalah kondisi riil pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan perkiraan BPS sebelumnya. Kita dapat memaklumi anomali data pada tahun 2019-2020. Pada tahun tersebut, pertumbuhan ekonomi bisa dikatakan wajar akibat pandemi Covid-19 yang menyerang perekonomian dunia, akan tetapi kita tidak membahas baik atau buruknya suatu pertumbuhan ekonomi dalam konteks tahunan, melainkan melalui konteks umum dari periode tahun 2016-2045. Bila dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi tidak mencapai angka harapan, maka bisa dikatakan hampir ⅙ dari periode tersebut tidak memenuhi prediksi BPS. Dengan demikian  dapat disimpulkan bahwa generasi emas 2045 mungkin tidak seindah yang dibayangkan. Prediksi tersebut, semakin jauh panggang dari api, karena rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 20 tahun terakhir hanya berada di kisaran 5%, berarti diperlukan perkembangan yang cukup “super” agar dapat mengejar jarak 0,7% dari target yang ditetapkan.

 

  1.  DEGRADASI BUDAYA

BPS menyatakan bahwa dalam periode tahun 2010-2045 jumlah penduduk Indonesia berusia produktif sangatlah besar. Pada tahun 2045, BPS memprediksi bahwa masyarakat yang tinggal di perkotaan menjadi 72,8%, dimana hampir 90% penduduk di pulau Jawa akan tinggal di perkotaan, diprediksi bahwa 76 juta  penduduk akan terkonsentrasi di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. [2] Perpindahan sebagian besar penduduk ke daerah perkotaan yang heterogen serta mengarah ke gaya hidup liberal tentunya akan memunculkan masalah baru di bidang sosial budaya, dimana akan timbul ancaman akan tergerusnya nilai  - nilai adat yang seharusnya dipegang oleh para penerus acara adat dan akan berujung pada hilangnya budaya-budaya lokal yang pada umumnya masih dilestarikan oleh masyarakat di pedesaan.

 

Ancaman degradasi kebudayaan bukanlah angan angan belaka, berdasarkan data dari SUSENAS MSBP 2015, diketahui bahwa 70,2% penduduk Indonesia tidak pernah menonton pertunjukkan / pameran kebudayaan dalam 3 bulan terakhir. Selain itu, sebesar 86,9% rumah tangga di Indonesia tidak pernah mengenakan busana daerah, dan hanya 13,1% rumah tangga yang pernah memakai busana daerah selama 3 bulan terakhir, dimana 6,9% penduduk mengenakan busana daerah untuk menghadiri upacara adat, sedangkan hanya sekitar 0,6% yang menggunakannya sebagai pakaian sehari-hari. [3]

 

Dari sumber yang sama, Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah rumah tangga yang memiliki status kehadiran paling banyak dalam mayoritas upacara adat, yaitu : upacara adat kelahiran, perkawinan, kematian, dan keagamaan. Sedangkan Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah rumah tangga dimana status kehadirannya paling banyak pada upacara adat sunatan dan panen. Bila mengacu pada data dari perkiraan BPS, maka akan sulit bagi penduduk desa untuk tetap melestarikan kebudayaannya, karena sebagian  penduduknya sudah terkonsentrasi ke Jawa Barat.

 

  1. PERTUMBUHAN PENDUDUK APAKAH SELALU POSITIF?

Penduduk Indonesia berjumlah 255,18 juta jiwa pada tahun 2015 [4] dan pada September 2020 telah bertambah menjadi 270,20 juta jiwa.[5] Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Indonesia telah mengalami pertambahan penduduk sebanyak 15 juta jiwa dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dengan rata-rata pertambahan 3 juta jiwa per tahun. Jika dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang mengalami pertambahan penduduk sebanyak 8,75 juta, German 1,56 juta dan Korea Selatan sebanyak 77 ribu dalam kurun waktu yang sama (2015 sampai 2020) [6], maka Indonesia dapat dikatakan mengalami pertumbuhan penduduk yang paling tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara tersebut.

 

Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat memberikan dampak buruk seperti meningkatnya angka kemiskinan, sebagai akibat pertumbuhan ekonomi yang tidak berimbang, ataupun konflik dan pengangguran yang disebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan. Menurut Badan Pusat Statistik, terdapat 7,45 juta jiwa pengangguran pada tahun 2015 [7] dan jumlah tersebut meningkat menjadi 9,77 juta jiwa pada tahun 2020 [8]. Menurut Beck (Yayi Suryo Prabandari, 1989), para pengangguran tersebut akan terdampak secara psikis, mereka bisa menjadi depresi, yang akan ditunjukan oleh gejala – gejala antara lain : sedih, apatis, adanya konsep negatif tentang dirinya sendiri, menarik diri dari lingkungan sosialnya, kehilangan nafsu makan dan sukar tidur.[9]

 

Jumlah pengangguran yang meningkat menunjukkan sumber daya manusia yang berlebih, tetapi di sisi lain, mereka tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan di masa kini. Fakta ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia tidak dihargai sebagaimana masa – masa yang lalu. Dewasa ini kita masih melihat tenaga kerja dengan gaji dibawah UMR. Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menjadi salah satu masalah serius di masa mendatang, apabila tidak diikuti dengan pertumbuhan kualitas dan ekonomi yang sebanding.

 

  1. KABAR PENDIDIKAN INDONESIA

The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merupakan organisasi ekonomi internasional yang secara teratur menerbitkan laporan analisis dan perbandingan kebijakan ekonomi. Organisasi ini selalu mengadakan survei, untuk mengevaluasi sistem pendidikan dunia, serta mengukur kinerja siswa sekolah menengah, menggunakan metode Programme for International Student Assessment (PISA) setiap 3 tahun sekali. Metode PISA menguji para siswa dalam 3 bagian yakni literasi, matematika, dan sains. Menurut data terakhir PISA, yakni tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 74 dari 79 negara yang mengikuti PISA, hasil ini tidak jauh berbeda dari hasil tahun-tahun sebelumnya, dimana Indonesia selalu berada di peringkat 10 terbawah tes PISA.

 

Rendahnya hasil tes tersebut dikarenakan kemampuan pelajar Indonesia masih berada dalam kategori Lower-order Thinking Skill, yang diindikasikan dengan sistem belajar : menghafal, memahami, dan mengaplikasikan. Sedangkan sistem pendidikan beberapa negara di dunia, sudah berada dalam kategori analisis, evaluasi, dan penciptaan. Hal ini dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan siswa yang berdaya analisis, kritis, dan mampu memecahkan masalah serta melakukan evaluasi. Singapura adalah salah satu negara yang sudah menerapkan sistem pendidikan dalam kategori ini, bahkan Singapura pernah menduduki peringkat pertama tes PISA. Saat belajar matematika dan sains, kurikulum pendidikan di Singapura lebih mengutamakan pemahaman konsep, dengan menekankan pemahaman atas hasil perhitungan dan reaksi kejadian atas contoh kasus, bukan menghafal rumus seperti yang umumnya dilakukan di Indonesia. [10]

 

Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 terlihat bahwa tingkat pendidikan di Indonesia sangatlah rendah.  Sekitar 3,56% orang di Indonesia tidak/belum bersekolah, 11,27% belum tamat SD, 24,8% tamatan SD/Sederajat, 21,78% tamatan SMP/Sederajat, 29,1% tamatan SMA/sederajat, dan 9,49% lulusan perguruan tinggi.[11]

 

Kondisi pandemi Covid – 19 menambah muram wajah pendidikan di Indoneia. Kita menyadari bersama bahwa seluruh dunia tengah menghadapi pandemi COVID-19, tidak hanya di Indonesia. Pandemi ini menyebabkan hampir seluruh kegiatan di dunia menjadi terganggu, termasuk mengganggu jalannya peningkatan sistem pendidikan di Indonesia, Hal ini tentu saja membuat Bapak Nadiem Nakarim selaku Menteri pendidikan RI harus memikirkan solusi – solusi yang adaptif dalam kondisi ini, salah satunya meniadakan proses belajar mengajar di sekolah dan sebagai gantinya siswa belajar di rumah secara online.

 

Kita semua pasti sudah merasakan betapa sulitnya belajar secara online dirumah, bukan hanya bagi para siswa, tapi para guru juga mengalami kesulitan dalam mengajar secara online. Pendidikan kita di Indonesia semakin terpuruk dengan diadakannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Berdasarkan survei yang dilakukan KPAI terhadap 1700 murid dan 575 guru, sebanyak 20,1% responden menyatakan ada interaksi dalam belajar mengajar, namun sebanyak 79,9% responden menyatakan interaksi hanya ditujukan dalam hal pemberian dan penagihan tugas saja, tanpa ada interaksi belajar seperti tanya jawab langsung atau aktivitas guru menjelaskan materi. [12] Hal ini akan memberikan dampak yang cukup besar bagi generasi muda bangsa Indonesia, dimana pemulihannya pun akan memakan waktu yang cukup lama, sehingga akan mengganggu perwujudan target emas yang hendak dicapai oleh generasi Indonesia di tahun 2045.

 

Daftar Pustaka

[1]https://www.suara.com/tekno/2020/12/13/151144/pengertian-bonus-demografi-manfaat-hingga-dampaknya?page=all

[2]http://publikasi.data.kemdikbud.go.id/uploadDir/isi_F9B76ECA-FD28-4D62-BCAE-E89FEB2D2EDB_.pdf

[3]https://www.bappenas.go.id/files/Visi%20Indonesia%202045/Ringkasan%20Eksekutif%20Visi%20Indonesia%202045_Final.pdf

[4](https://www.bps.go.id/publication/2016/11/30/63daa471092bb2cb7c1fada6/profil-penduduk-indonesia-hasil-supas-2015.html)

[5] https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk-2020.html

[6] https://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TOTL?locations=US&start=2015

[7]https://www.bps.go.id/pressrelease/2015/05/05/1139/februari-2015--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-81-persen.html

[8]https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/11/05/1673/agustus-2020--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-7-07-persen.html

[9]https://ejournal.kemsos.go.id/index.php/mediainformasi/article/download/2193/1064#:~:text=Mernurut%20Beck%20(Yayi%20Suryo%20Prabandari,kehilangan%20nafsu%20makan%2C%20sukar%20tidur.

[10]https://ayomenulis.id/artikel/ini-dia-hasil-survei-pisa-tentang-kualitas-pendidikan-di-indonesia-dalam-3-tahun-terakhir#:~:text=Hasil%20survei%20Programme%20for%20International,ke%2D74%20dari%2079%20negara.

[11]https://www.bps.go.id/statictable/2012/04/20/1610/persentase-penduduk-berumur-15-tahun-ke-atas-menurut-daerah-tempat-tinggal-jenis-kelamin-dan-jenjang-pendidikan-tertinggi-yang-ditamatkan-2009-2020.html

[12]https://bankdata.kpai.go.id/files/2021/02/Paparan-Survei-PJJ-KPAI-29042020_Final-update.pdf

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Belajar Khotbah dan Bercerita tentang Benda/Hewan Kesukaan dalam Ekstrakurikuler Literasi

Sidang AkademiMateri Kelas X dan XI : Menceritakan Benda/Hewan Kesukaan Materi kelas XII          : Khotbah   Petugas Kelas X Moderator Sdri. Jomettaver

24/11/2021 15:35 - Oleh Administrator - Dilihat 192 kali
Investasi atau Pemborosan Ketika Membeli barang Limited Edition ? Mari kita Diskusikan

EKSTRAKURIKULER LITERASI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH   Tema :  Membeli Barang Edisi Terbatas : Suatu Investasi atau Pemborosan?   Petugas Kelas X Moderator Sdra.&nbs

17/11/2021 14:12 - Oleh Administrator - Dilihat 229 kali
BELAJAR PROMOSI DAN BEDAH BUKU DALAM EKSTRAKURIKULER LITERASI RICCI

BELAJAR PROMOSI DAN BEDAH BUKU DALAM EKTRAKURIKULER LITERASI RICCI Sidang Akademi   Materi :  Kelas X : Promosi Barang/Jasa Kelas XI : Promosi Barang Dan Jasa Kelas XII : Beda

10/11/2021 16:58 - Oleh Administrator - Dilihat 229 kali
BERDEBAT TENTANG TELEVISI : MASIKAH TEMAN KELUARGA INI BERTAHAN DI ZAMAN POST-MILENIAL ?

EKSTRAKURIKULER LITERASI MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH     PETUGAS KELAS X Moderator  Sdri. Shareen Alika (X.3) Notulis Sdri. Martha Marcella (X.3) Doa / Dirigen Sdr

03/11/2021 17:36 - Oleh Administrator - Dilihat 321 kali
BERBAGI INSPIRASI TOKOH IDOLA DAN PROMOSI DALAM SIDANG AKADEMI

EKSTRAKURIKULER LITERASI RICCI BERBAGI INSPIRASI TOKOH IDOLA DALAM SIDANG AKADEMIK   Petugas kelas X (Tema : Tokoh Idola) Moderator Sdri. Audrey Firshe ( X.3) Notulis Sdri . S

27/10/2021 12:59 - Oleh Administrator - Dilihat 240 kali
Adu Argumentasi Dalam Debat, Penggunaan Pakaian Bekas (Trifting) : Suatu Gaya Hidup Hemat, Benarkah ?

Penggunaan Pakaian Bekas (Trifting) : Suatu Gaya Hidup Hemat, Benarkah ? Debat LiterasiPetugas Kelas X Moderator Sdra. Khemawira Tjahya ( X.1) Notulis Sdra. Jonathan Valentino (X.1

20/10/2021 10:26 - Oleh Administrator - Dilihat 318 kali
BERCERITA KEGEMARAN DAN TOKOH IDOLA DALAM LITERASI

MATERI LITERASI 10 : HOBBY/KEGEMARAN (X,XI) DAN TOKOH IDOLA (XII)   SIDANG AKADEMI   Petugas : Kelas X  Materi : Hoby atau Kegemaran Moderator  Sdri. Chitra

13/10/2021 11:40 - Oleh Administrator - Dilihat 342 kali
BERCERITA TOKOH IDOLA DALAM SIDANG AKADEMI

MATERI LITERASI 9 : TOKOH IDOLA SIDANG AKADEMI   PETUGAS Moderator Sdr Theo Xavier A. W. (XI.1) Notulis Sdri. Celine Woen (XI.1) Doa / Dirigen Sdr. Thomas Alfiantino (XI.1)

29/09/2021 12:34 - Oleh Administrator - Dilihat 303 kali
Materi Literasi 8 : E-COMMERCE : E - Commerce suatu solusi dalam sistem perdagangan ataukah menghasilkan sistem pasar yang monopolistik.

LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH     PETUGAS :    Moderator Sdri Gracella Kurniawan (XII.3) Notulis Sdr. Elvina Budisartono (XII.3) Doa / Dirigen

21/09/2021 11:39 - Oleh Administrator - Dilihat 307 kali
MATERI LITERASI 7 : FILM DOKUMENTER

MATERI LITERASI 7 : Film Dokumenter  LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH MATERI LITERASI 7   PETUGAS :  Moderator Sdri Elvira Budisartono (XII.3) Notulis Sd

14/09/2021 08:38 - Oleh Administrator - Dilihat 219 kali