• SMA KATOLIK RICCI I
  • Respect Integrity Caring Citizenship Initiative

MATERI LITERASI 7 : FILM DOKUMENTER

MATERI LITERASI 7 : Film Dokumenter

 LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH

MATERI LITERASI 7

 

PETUGAS : 

Moderator Sdri Elvira Budisartono (XII.3)
Notulis Sdri Megumi Tanjung (XII.3)
Doa / Dirigen Sdr Justyn Nicholas Vianto (XII.3)
Pembicara I Sdr Steve Vannes Audrey C. (XII.3)
Pembicara II Sdri Celine Tanuwidjaja (XII.3)
Pembicara III Sdri Helen Angelina (XII.3)
Penanggap I Sdri Candice Felicia A. N. (XII.3)
Penanggap II Sdr Dionysius Satria A. W. (XII.3)
Penanggap III Sdr Matthew Hendra (XII.3)

 

Pembicara 1

Jakarta Darurat Sampah Plastik

oleh Steve Vannes Audrey Chen (12.3/ 30)

 Bumi kita terdiri dari daratan, lautan, pegunungan, dan bentuk fisik lainnya. Setiap bagian dari bumi memiliki keindahan dan kemewahan tersendiri, yang sayangnya setiap hari, kedua hal tersebut semakin menghilang dari bumi ini. Hal tersebut disebabkan  salah satunya oleh sampah plastik. Dewasa ini, manusia sangat bergantung pada plastik, sehingga penggunaan barang yang terbuat dari plastik akhirnya tidak terkontrol.

 Data BPS tahun 2019 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 270,6 juta penduduk. Faktor jumlah penduduk juga menyebabkan sampah plastik di Indonesia tidak terkendali dan tidak terkontrol penggunaanya. DKI Jakarta menjadi kota penyumbang sampah plastik terbanyak di Indonesia. Menurut data BPS 2020, kota Jakarta dihuni oleh 10,56 juta jiwa dan menempati urutan ke-6 sebagai provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia. Sebagai salah satu kota metropolitan di dunia, Jakarta memiliki beragam masalah, tidak terkecuali limbah sampah plastik.

 Indonesia pernah menduduki urutan ke-2 sebagai negara penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia, dimana 10,1 persen sampah plastik yang tidak terkelola di dunia berasal dari Indonesia. Tentu menduduki peringkat ke-2 bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Indonesia harus bisa mencari jalan keluar  dari permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan bumi. Limbah plastik yang menggunung menyebabkan pemerintah Indonesia berpikir keras untuk mencari jalan keluar.

 Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2019 menunjukan sampah DKI Jakarta dalam satu hari bisa mencapai 7.500 ton, dimana 14 persennya berupa sampah plastik sekali pakai, yaitu : sampah minuman kemasan, snack, kemasan produk, dan lain-lain. Kantong plastik, botol plastik, sedotan plastik, kemasan sachet ,dan styrofoam adalah 5 sampah plastik yang paling sulit terurai. Waktu sampah plastik dapat terurai juga berbeda-beda tergantung jenisnya. Hal ini dijelaskan pada tabel berikut ini :

Kantong plastik

10-20 tahun

Sedotan plastik

20 tahun

Botol plastik

50-80 tahun

Kemasan sachet

50-80 tahun

Styrofoam

450 tahun

 Budaya membuang sampah sembarangan telah menjadi kebiasaan orang-orang Indonesia. Selokan, jalanan, lautan, pinggir jalan, dan pegunungan telah menjadi lahan untuk membuang sampah. Permasalahan sampah plastik di Jakarta berujung pada kebijakan larangan penggunaan kantong plastik mulai 1 Juli 2019. Isi dari kebijakan itu adalah Peraturan Gubernur no.142 tahun 2019, yang mengatur kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan pada pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat. Sanksi akan diterima oleh masyarakat bila melanggar peraturan tersebut berupa teguran tertulis, uang denda, pembekuan, dan pencabutan izin usaha.

 Tentu saja ada beberapa orang yang melanggar aturan tersebut. Kita bisa melihat pasar tradisional di kawasan Bilangan Jakarta Selatan. Bila kita observasi,  transaksi perdaganan yang terjadi disana, bisa dikatakan 90% para pembeli dan pedagang masih memakai kantong plastik. Sebagian pedagang di pasar mengatakan bahwa butuh sosialisasi dan waktu untuk mengubah kebiasaan dan juga mencari kantong pengganti, sedangkan sebagian pembeli di pasar tradisional tersebut mengatakan bahwa sebagian orang Indonesia sudah terbiasa memakai kantong kresek sehingga dibutuhkan waktu untuk menumbuhkan kesadaran diri mereka agar membawa kantong belanja sendiri. Jika orang-orang belum memiliki kesadaran dan pemahaman akan bahayanya kantong plastik maka kebijakan larangan pemakaian kantong plastik akan susah berjalan.

 Tetapi di satu sisi, aturan yang dikeluarkan berdampak sangat besar bagi pendapatan produsen plastik serta pedagang plastik eceran. Salah satu pedagang plastik eceran mengatakan bahwa penjualan plastik eceran menurun, otomatis pendapatan mereka juga ikut tergerus. Kesulitan mencari bahan pengganti kantong plastik  seperti kantong kain menjadi salah satu kesulitan para pedagang kantong eceran. The Bulk Store n Co  salah satu toko yang menerapkan konsep belanja tanpa plastik. Konsep tersebut mereka bangun sejak toko tersebut dibuka. Pemilik toko itu sangat mensyukuri adanya peraturan larangan penggunanan plastik, namun ia mengakui bahwa butuh waktu yang lama agar orang-orang dapat beradaptasi dari kebiasaan lama menuju kebiasaan baru.

 Peraturan yang dibuat untuk melestarikan Indonesia sangat baik tetapi ada 1 fakta menarik tentang  salah satu kabupaten di Indonesia yaitu : Bekasi adalah “Tempat Sampah” Dunia. Sampah impor ditemukan membaur di antara tumpukan sampah warga kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di tempat pembuangan akhir Burangkeng. Sampah impor tidak hanya ditemukan di dalam areal TPA Burangkeng tetapi  juga berada dibebrapa titik Kabupaten Bekasi , Jawa Barat. Hampir 85% sampah impor adalah sampah plastik dan sampah itu sekarang berada di pembuangan akhir. Kementrian PUP pada tahun 2014 menyatakan bahwa TPA Burangkeng sudah “Over load”, tetapi sampah impor terus menerus datang, di saat Indonesia sedang berusaha mengatasi permasalahan sampah plastik yang sangat banyak

 Para produsen plastik memutar otak agar pendapatanya tidak menurun drastis maka dari itu terciptalah  “Kantong plastik ramah lingkungan serta mudah di daur ulang”. Durasi kantong plastik ramah lingkungan dapat terurai adalah 2 tahun. 2 Tahun bukanlah waktu yang sebentar dan mungkin saja ada kantong plastik yang hanya bertulisan “Eco Friendly” tetapi sebenarnya itu hanyalah kantong plastik  biasa. Faktor tersebut membuat masyarakat berfikir bahwa kantong plastik di era sekarang adalah kantong plastik ramah lingkungan. Menurut saya sendiri peraturan yang seharusnya dikeluarkan adalah ‘Larangan memakai barang apapun yang terbuat dari plastik  sekali pakai”.

 Masyarakat Indonesia semakin lama semakin sadar akan kepentinganya ikut serta dalam menjaga Bumi dan terciptanya banyak produk ramah lingkungan untuk mengganti fungsi barang yang terbuat dari plastik. Sedotan plastik digantikan dengan sedotan stainless steel, sedotan bamboo, sedotan kaca, sedotan kertas, dan lain-lain.  Kantong plastik digantingan dengan paper bag,kantong kain, tas,dan kantong yang terbuat dari singkong. Botol plastik digantikan dengan botol minum, tumbler, botol stainless steel, dan lain-lain, sedangkan sendok dan garpu plastik digantikan dengan sendok kayu dan garpu kayu.

 Minimarket, supermarket, dan toko-toko makanan sudah banyak menerapkan pemakaian mulai dari kantong kain, peralatan makan yang terbuat dari kayu, dan juga tidak memberikan/ menyediakan sedotan plastik. Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang pelu kita kritisi, seperti minuman Boba yang masih menggunakan kemasan plastik mulai dari gelas,sedotan hingga tutupnya. Situasi pandemi covid-19 ini juga menyebabkan orang-orang memilih untuk belanja melalui toko online. Toko online membungkus barang yang akan dikirim menggunakan lakban (plastik), kantong plastik, dan lain-lain. Memang banyak toko online yang sekarang mengirim menggunakan plastik ramah lingkungan tetapi itu tidak baik juga untuk bumi kita.

 Masyarakat Indonesia harus mulai sadar untuk tidak menggunakan barang yang terbuat dari plastkc sekali pakai, mau itu plastik ramah lingkungan sekalipun. Mari kita sama-sama menjaga bumi kita agar kembali sehat, karena permasalahan sampah plastik adalah salah satu yang menyebabkan bumi kita rusak sedangkan masih ada berbagai macam polusi, sampah plastik,kebakaran hutan, kualitas udara yang semakin buruk, hingga pemanasan global yang perlu kita tangani bersama.

“Plastik sekali pakai adalah bom waktu yang dapat menghancurkan lingkungan dan Bumi. Hindari dimanapun dan kapanpun jika memungkinkan.”





Pembicara 2 

Penggalian Makam Berusia 4400 tahun di Saqqara,Mesir

Celine Tanuwidjaja

 

Pengantar

Film dokumenter yang berjudul “The Secret Of Saqqara Tomb” diatayangkan pada tahun 2020 yang di sidutradarai oleh James Tovell, seorang director dan aktor. Proses penggalian ini diambil di Saqqara, Mesir yang ditemukan pada bulan November 2018. Ketika makam tersebut ditemukan, team neflix dengan segera mendokumentasaikan berbagai tahap penggalian. 

Dari penggalian ini, mereka ingin mengetahui, apa yang ada di makam ini ? Siapa yang membangun kulil ini? Didedikasikan oleh siapakah kuil tersebut ? Sudah berapa lama makam tersebut ada ? Dan disanalah proses penggalian akan dimulai.

 Sinopsis

            Dimulai dengan ditemukannya patung berwajah singa secara tidak sengaja. Sejak itu, pada bulan November 2018 sekelompok kecil arkeolog Mesir dan ratusan penggali memburu makam di makam kuno. Penggalian tersebut menemukan adanya bekas kehidupan 4400 tahun yang tersembunyi dan tidak ada yang pernah menemukannya. Pembongkaran ini segera meluas dan masuk ke dalam berita. Makam ini merupakan makam yang unik, dilihat dari penemuan warna, prasasti, dan setiap patung, makam tersebut adalah makam pribadi. Semua hasil penemuan tersebut baru pertama kali muncul, sebab belum pernah muncul satu penemuan yang sama dengan penemuan tersebut di Mesir.

Pada awalnya mereka menemukan makam dan mereka menemukan nama Wahtye. Wahtye merupakan pemilik makam tersebut, namun mereka masih belum mengetahu siapa orang ini? Untuk mengetahui siapakah Wahtye, mereka harus membaca Hieroglif Mesir atau sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno. Tulisan tersebut terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet, biasanya terdapat di dinding makam. Mereka berharap setelah mereka membaca hieoglif, mereka akan mengetahui siapa itu Wahtye ? Siapakah dia yang memiliki makam tersebut ? Semuanya masih menjadi misteri.

 Tokoh Peneliti

            Penemuan makam ini memanggil beberapa ahli untuk membantu melancarkan memecahkan misteri yang ada di makam tersebut, beberapa tokohnya antara lain :

  1. Mohammad Mohammad Yousef
  • Seorang arkeolog ahli yang mengidentifkasi benda-benda kuno
  1. Dr Sabry Mohyeldin Farag
  • General Manager yang menjaga semua penggalian
  1. Ahmed Zirkey Abdellhak
  • Superior dari Hamada dan seorang arkeolog
  1. Hamada Shehata Ahmed Mansour
  • Seorang arkeolog pemula, yang akan membantu sekaligus belajar.
  1. Mostafa Waziri
  • Arkeolog yanng ahli di bidang peti kuno.
  1. Salima Ikram
  • Seorang ahli bidang mumi hewan.
  1. Mustafa Abdo Sadek Mahmoud
  • Bagian yang memimpin semua tim penggali
  1. Nermeen Momen Mohamed
  • Pembaca tukisan hieroglif yang dipanggil bersama dengan Nabil untuk membantu memecahkan misteri makam.
  1. Nabil Eldaleel
  • Pembaca tukisan hieroglif yang dipanggil bersama dengan nermeen untuk membantu memecahkan misteri makam.
  1. Ghareeb Ali Mohammed Abushousha
  • Salah satu penggali makam.
  1. Amira Shaheen
  • Profesor Hematologi yang bertugas untuk memeriksa tulang yang ditemukan selama proses penggalain.

 Mitos

            Zaman dulu, Mesir Kuno memiliki banyak mitos yang mempengaruhi budaya maupun sejarah :

  1. Perjalanan ke alam bawah mencari kehidupan abadi

Orang-orang Mesir Kuno mempercayai bahwa mereka akan hidup abadi di lang alang-alang. Tapi untuk mempercayainya mereka harus menghadapi ujian di alam bawah. Mereka akan menghadapi ujian di gedung pengadilan di hadapan Osiris – dewa kematian dan kehancuran. Untuk mencapai surga, mereka harus berdiri di hadapan 42 hakim, dan berjanji mereka tidak melanggar kejahatan tertentu. Selanjutnya ujian Timbangan hati yaitu hati seseorang ditimbang melawan sehelai bulu kebenaran dan keadilan. Bila hati mereka lebih berat, maka mereka akan dimakan oleh iblis dengan bagian depan singa, bagian belakang kuda nil, dan kepala buaya/ Ammit dan orang tersebut akan menghilang selamanya, tetapi jika hati lebih ringan maupun sama beratnya dengan bulu maka akan ditanyatakan orang tersebut menjadi orang yang  layak untuk masuk surga dan perjalanan menuju ke ladang alang-alang akan dimulai.

 

  1. Cerita Osiris-Isis menginspirasi mumifikasi tubuh

Isis dan Osiris merupakan adik kakak, putri dewa bumi Geb dan dewi langit Nut dan saudara perempuan dari dewa Osiris, Seth, dan Nephthys. Osiris yang memerintah Mesir Kuno sampai adiknya Seth membunuh dan menyebarkan potongan tubuhnya di sepenjuru Mesir. Isis merupakan penyihir, dia mengelilingi mesir mengumpulkan badan Osiris dan menyatukannya dengan kain linen yang menjadi langkah pertama dari mumifikasi. Dengan hal ini, dia menghidupakan kembali Osiris dan memiliki anak yang bernama Horus. Horus tumbuh untuk membalaskan pembunuhan ayahnya, Osiris dan memimpin Mesir. Osiris menjadi raja dunia bawah sebagai dewa kematian dan dewa kebangkitan. Keyakinan akan mumifikasi melampaui kematian adalah tepat di hati orang Mesir Kuno.

 

  1. Bastet – dewi pelindung, dewi kucing, dewi kesuburan dan persalinan

Bastet adalah dewi perlindungan dan kucing di Mesir Kuno. Ia adalah putri dari Ra, sang dewa matahari. Dewi ini dipuja semenjak masa Dinasti Kedua. Pusat pemujaannya terletak di Per-Bast (Bubastis dalam bahasa Yunani). Bastet digambarkan sebagai seorang perempuan dengan kepala kucing yang jinak. Namun, sampai 1000 SM ia digambarkan sebagai singa betina. Ketika Ra menghancurkan musuhnya Apep, Bastet biasanya digambarkan sebagai kucing. Ketika digambarkan sebagai kucing, dia dihubungkan dengan bulan (anaknya Khonsu adalah dewa bulan). Ketika ditampilkan sebagai singa betina, ia dikaitkan dengan sinar matahari. Bast adalah dewi api, kucing, pelindung rumah dan wanita hamil. Menurut salah satu mitos, dia adalah personifikasi jiwa Isis. Dia juga disebut sebagai "Putri dari Timur". Bastet seperti halnya kucing memiliki dua sisi kepribadiannya, jinak dan agresif. Dia jinak dan lembut dipandang di samping tugasnya sebagai pelindung rumah, dan wanita hamil, serta agresif karena sifat alaminya.  

 

Teori

            Makam ini memiliki begitu banyak teka-teki yang harus dipecahkan, mulai dari hieroglif yang harus dibaca dengan cara yang berbeda, peti kayu, berbagai jenis patung, mumi yang terkubur, serta 4 poros yang ada di dekat tempat masuk makam. Begitu banyak pertanyaan atas hal tersebut yang memunculkan berbagai macam teori  maupun kesimpulan setelah menemukan peti makam dan juga pembacaan hieorglif antara lain:

  • Pertama, dari pembacaan tulisan hieroglif “Wahtye, imam raja yang suci, pengawas harta Ilahi, pengawas perahu suci, dipuja dengan dewa agung.” Hal tersebut membuktikan bahwa Wahtye merupakan salah satu pendeta tertinggi. Dia adalah penengah antara Raja-Masyarakat dan Raja-Dewa. Oleh karena itu Wahtye dapat membangun makam yang luar biasa.
  • Kedua, Wahtye merupakan orang yang sedikit egois, namanya banyak tertulis di hieroglif, banyak patung akan dirinya sendiri. Seperti berkata, “saya kuat, orang yang penting.” Dia menggambarkan rangkaian aktivitas yang luar biasa dari kehidupan sehari-hari, hingga kegiatan religius dengan sangat detail.
  • Ketiga, di bagian kapel diberi gambaran kehidupan bahagia untuk selamanya, sehingga dipercaya bahwa makam ini sebagai lorong untuk jiwa yang ketika melewatinya akan mendapatkan kehidupan menakjubkan untuk selamanya.
  • Keempat, makam tersebut dicuri Wahtye dari kakaknya, dibuktikan dengan lagu “untuk jiwa kakakku” di tembok timur.
  • Kelima, Wahtye mempunyai seorang ibu, istri dan keempat orang anak. Beliau diperkirkan wafat ketika berusia 35 tahun Dilihat dari tengkorak sang ibu (Merit Meen), beliau wafat ketika berumur 54 tahun, sang istri (Weret Ptah) diperkirakan wafat diusia 30, tengkorak 3 anak laki-laki yang berusia dibawah 20 tahun dan anak perempuan yang tidak diketahui usianya dikarenakan tengkorak yang hancur parah.
  • Keenam, diperkirakan Wahtye kehilangan anaknya setelah makam tersebut selesai dibangun. Ketika tengkorak Watyhe ditemukan, tempat tempat beliau dimakamkan terasa sangat kesepian, tidak ada tanda kemewahan, maupun kesenangan, bahkan jasad Wahtye tidak dimumikan dengan benar. Mungkin kematian anaknya membuat Wahtye terkejut dan membuatnya seperti ini.
  • Ketujuh, dilihat dari tengkorak Wahtye, beliau merupakan orang yang halus, namun tulangnya nampak tidak sehat. Selama hidupnya, Wahtye diperkirakan mengidap anemia.
  • Kedelapan, dilihat dari seluruh tulang keluarga Wahtye, mereka diperkirakan wafat akibat terkena epidemic yang kemungkinan besar merupakan malaria. Dan bila hal tersebut benar maka akan hal itu akan mengubah sejarah dengan menjadi kasus malaria pertama didunia dengan lebih dari 1000 tahun yang lalu.
  • Kesembilan, makam ini merupakan mimpi mereka bukan kenyataan, mereka menaruh patung mereka disana karena mereka percaya akan kehidupan selanjutnya lebih dari kehidupan sekarang.



    PEMBICARA 3 

Mengenal Seaspiracy

oleh Helen Angelina (12.3/ 14)

 

Pada 4 Maret 2021 silam, Netflix merilis trailer perdana dari film dokumenter Seaspiracy yang berdurasi 2:20 menit. Seaspiracy merupakan film dokumenter Netflix yang rilis pada tanggal 24 Maret 2021 dan di sutradarai oleh Ali Tabrizi, dibantu oleh istrinya Lucy Tabrizi dan Kip Andersen sebagai produser. Film ini membahas fakta kelam dibalik industri perikanan yang tidak diketahui banyak orang. Diketahui, Ali Tabrizi sendiri memiliki kekaguman terhadap lumba-lumba dan paus sejak kecil. Kekagumannya terhadap lautan sebenarnya karena ia menonton film dokumenter karya Jacques Cousteau, David Attenborough, dan Sylvia Earl. Ali Tabrizi bermimpi kelak bisa menjelajahi lautan kita yang kaya seperti mereka. Namun, ia tertampar oleh fakta bahwa manusia terlibat besar terhadap kerusakan laut dan ekosistemnya, sehingga ia memutuskan untuk mempelajari lebih dalam mengenai kerusakan laut yang disebabkan oleh manusia. Ali mengatakan bahwa lautan merupakan rumah bagi 80% kehidupan di bumi, sehingga lautan adalah sumber inspirasi yang tidak bisa dirusak.

 Ali Tabrizi lalu mengatur pertemuan dengan Ric O’ Barry yang merupakan founder dari Dolphin Project. Ia mengatakan jika Anda datang ke Taiji, polisi akan membuntuti dan bahkan menyadap kamar hingga telepon genggam Anda. Di Taiji, banyak lumba-lumba hidup dan paus muda yang diburu untuk dijual ke sirkus satwa laut karena keuntungan yang mereka dapatkan juga sangat besar. Kegiatan ini didukung, ditanggung, dan didanai oleh industri hiburan sirkus satwa laut.  Pemerintah Jepang berusaha menyingkirkan orang-orang yang menentang perang mereka melawan lumba-lumba dan memastikan masalah ini tertutup rapat.       

 Ali pun memutuskan pergi ke Taiji bersama istrinya, Lucy Tabrizi untuk mencari tahu fakta-fakta di wilayah itu. Dan benar saja, saat ia tiba di Taiji, polisi langsung membuntuti semua kegiatan mereka dimana pun dan kapan pun. Saat di Taiji, mereka menuju tempat dimana lumba-lumba dan paus ditangkap untuk dijual. Mereka juga mendatangi pelabuhan di Taiji yang mendaratkan tuna sirip biru, harga jual satu ikan jenis itu mencapai lebih dari tiga juta dollar.

 Dalam proyeknya ini, Ali menemukan “Sea Shepherd” yang merupakan organisasi masyarakat  yang menegakkan masalah mengenai kapal penangkap ikan komersial di laut. Organisasi tersebut telah menenggelamkan 13 kapal pemburu paus dan kapal penangkap ilegal serta menabrak lima lainnya tanpa melukai satu orang pun. Captain Peter Hammarstedt mengatakan bahwa penangkapan komersial adalah ancaman terbesar, dimana lebih dari 300.000 paus dan lumba-lumba dibunuh setiap tahun sebagai tangkapan sampingan dari penangkapan ikan. Slogan “tuna kaleng aman untuk lumba-lumba” dianggap mengaburkan fakta sebenarnya di laut. Kapal penangkap ikan tuna yang bekerja untuk perusahaan tuna kaleng berlabel “Aman untuk Lumba-lumba” yang membantai 45 ekor lumba-lumba untuk menangkap 8 ekor tuna juga ditangkap. Ali Tabrizi menemui Earth Island Institute, organisasi dibalik label aman pada tuna kaleng. Mark J. Palmer mengatakan bahwa ia tidak menjamin setiap kaleng aman untuk lumba-lumba karena begitu di lautan, tidak ada yang mengetahui aktivitas para penangkap ikan. Mereka mengutus pemantau di laut, namun pemantau juga bisa disuap.

 Sebuah studi global memperkirakan 1.000 ekor penyu mati karena plastik per tahun. Di Amerika Serikat sebanyak 250.000 penyu tertangkap, terluka, atau terbunuh tiap tahun oleh kapal penangkap ikan. Plastik merupakan sampah terbanyak yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Plastik akan terurai di lautan menjadi mikroplastik walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama. Kita tahu bahwa kampanye besar-besaran dilakukan untuk mengurangi sampah plastik dunia, salah satunya lautan, yaitu sampah sedotan plastik. Sedotan dikatakan sebagai sampah plastik terbanyak yang mengkontaminasi lautan, sehingga kita diajak untuk melakukan diet sedotan. Dalam film Seaspiracy, Ali Tabrizi mengungkapkan bahwa hampir 50% sampah plastik lautan didominasi oleh jaring ikan dan sebagian besar sampah lainnya adalah alat tangkap ikan. Sedangkan, sampah sedotan hanya menyumbang 0,03% sampah plastik lautan.

 Menurut Jackie Nuῆez, seorang anggota Plastic Pollution Coalition, solusi untuk menghentikan sampah jaring adalah dengan berhenti atau benar-benar mengurangi asupan ikan, lalu membiarkan populasi itu pulih kembali. Dianna Cohen, pendiri Plastic Polution Coallition, menjawab pertanyaan Ali bahwa ia tidak memasukkan pesan untuk mengurangi asupan ikan pada webnya karena itu bukan merupakan bidangnya dan ia berbicara tentang solusi atas sampah jaring ikan di laut. Ia menolak untuk direkam dan menurut Ali Tabrizi, pertanyaan sederhana yang ia lontarkan ditanggapi dengan emosional oleh Dianna Cohen. Karena penasaran, ia pun menelusuri aliran dana perusahaan tersebut dan ternyata organisasi ini merupakan organisasi yang sama dengan Earth Island Institute, pihak yang sama  di balik label tuna aman untuk lumba-lumba. Ali mengatakan bahwa tak heran mereka tidak membahas mengenai penyebab utama polusi plastik karena mereka dikatakan mendapat keuntungan pada satu label yang tertera pada kaleng.

 Di sisi lain, terdapat sisi gelap dalam industri perikanan, yakni perbudakan. Ali mengunjungi Bangkok untuk melakukan wawancara dengan korban perbudakan yang kabur. Para korban mengatakan bahwa tidak ada yang bisa turun dari kapal karena ada penjaga yang mengawasi mereka dan bahkan ada korban yang tertekan dan melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali. Saat di darat, kapten kapal memperlakukan mereka dengan baik. Namun, saat mereka berada di kapal dan meninggalkan daratan, mereka diperlakukan dengan sangat kejam oleh kapten kapal tersebut. Ia menyirami para korban dengan air mendidih saat mereka sakit dan lelah, memukul menggunakan tongkat besi saat ia tidak senang, dan mengancam mereka dengan pistol. Bahkan di kapal, terkadang terjadi pembunuhan, dimana mayat manusia disimpan di pendingin dan beberapa pria dilempar ke laut dan tenggelam, beberapa hari kemudian mayat mereka mengambang di lautan. Sebab kematian mereka pun dipalsukan, seperti mengatakan bahwa para korban sakit dan terjatuh ke laut. Para korban juga berharap semua orang berhenti mendukung mereka jika itu memungkinkan. Di tengah wawancara, ada yang melaporkan dan akhirnya Ali pulang dari Thailand.

 Ali Tabrizi memutuskan melakukan perjalanan terakhir ke Pulau Faroe untuk menggali informasi mengenai metode “Grind” yang akhir-akhir ini disoroti media sebagai perburuan paus berkelanjutan. Metode ini diklaim tidak membuat spesies paus terancam punah dan memburunya tak menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk dapat melihat perburuan paus, Ali menunggu selama 10 hari hingga ia dikabari bahwa terdapat Grind di Hvannasund, Kepulauan Faroe. Setelah sampai di lokasi dan menyaksikan “Grind”, Ali mengerti keberlanjutan yang menurutnya bisa berlanjut terus dan selamanya terlepas dari banyaknya penderitaan yang ditimbulkannya.

 Ali melakukan wawancara dengan pemburu paus, Jens Mortan Rasmussen. Ia mengatakan bahwa ia tidak merasa bahwa dirinya jahat karena membunuh paus karena ia lebih memilih membunuh satu paus daripada 2.000 ayam. Jens Mortan Rasmussen menghargai orang dengan pola pikir “Jika ingin makan, jangan bunuh apapun.” Jadi, makan sayur, buah-buahan, dan sejenisnya dan ia juga tidak setuju dengan orang yang mengatakan untuk menghentikan Grind padahal mereka membunuh atau memakan hewan lain. Baginya, ikan, ayam, paus, punya nilai yang sama persis. Setiap hewan memiliki satu nyawa.

 Meskipun Ali tidak setuju dengan semua perkataannya, pemburu itu benar. Selama ini ia hanya memikirkan ikan dan satwa laut lainnya dalam hal keberlanjutan dan dampak ekologis, tetapi tidak pernah mempertimbangkan kehidupan hewan lainnya atau apa mereka bisa merasakan. Ali menyadari satu upaya terbaik yang bisa ia lakukan setiap hari untuk melindungi laut dan satwa laut yang ia cintai adalah tidak memakannya. Narasumber yang diwawancarai Ali mengatakan bahwa ekosistem laut dapat pulih kembali, kita dapat melihat terumbu karang terjaga dengan baik, dan  ikan-ikan berenang dengan bebas jika kita semua berhenti memakan ikan.

 Menurut saya film "Seaspiracy" ini seru dan menarik karena kita dapat mengetahui fakta dibalik industri perikanan yang selama ini disembunyikan atau tidak diketahui banyak orang, seperti pemakaian label, pukat harimau yang tersebar menjadi sampah, serta ekosistem lautan. Tetapi saya kurang setuju dengan solusi yang diberikan, yaitu berhenti mengonsumsi ikan dan menjadi vegetarian. Menjadi vegetarian merupakan pilihan yang bijak dan bebas. Namun, jika semua orang bersatu untuk menghentikan produksi pangan dari laut, ekosistem bisa terancam rusak karena manusia merupakan tingkatan paling atas, yang juga dapat berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem serta akan banyak orang yang kehilangan sumber gizi dan mata pencaharian.






#
dipublikasikan tim dokumentasi dan publikasi SMA Katolik Ricci 1 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
BERCERITA KEGEMARAN DAN TOKOH IDOLA DALAM LITERASI

MATERI LITERASI 10 : HOBBY/KEGEMARAN (X,XI) DAN TOKOH IDOLA (XII)   SIDANG AKADEMI   Petugas : Kelas X  Materi : Hoby atau Kegemaran Moderator  Sdri. Chitra

13/10/2021 11:40 - Oleh Administrator - Dilihat 221 kali
BERCERITA TOKOH IDOLA DALAM SIDANG AKADEMI

MATERI LITERASI 9 : TOKOH IDOLA SIDANG AKADEMI   PETUGAS Moderator Sdr Theo Xavier A. W. (XI.1) Notulis Sdri. Celine Woen (XI.1) Doa / Dirigen Sdr. Thomas Alfiantino (XI.1)

29/09/2021 12:34 - Oleh Administrator - Dilihat 187 kali
Materi Literasi 8 : E-COMMERCE : E - Commerce suatu solusi dalam sistem perdagangan ataukah menghasilkan sistem pasar yang monopolistik.

LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH     PETUGAS :    Moderator Sdri Gracella Kurniawan (XII.3) Notulis Sdr. Elvina Budisartono (XII.3) Doa / Dirigen

21/09/2021 11:39 - Oleh Administrator - Dilihat 161 kali
MATERI LITERASI RICCI 6 : Operasi Plastik dan Standar Kecantikan : Perlukah?

MATERI LITERASI RICCI 6 : Operasi Plastik dan Standar Kecantikan : Perlukah?LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH PERTEMUAN 6 : DEBAT LITERASI  PETUGAS :  Moderator

07/09/2021 07:43 - Oleh Administrator - Dilihat 197 kali
MATERI LITERASI 5 : BUKU/KOMIK/MAJALAH

MATERI LITERASI RICCI 5 : BUKU/KOMIK/MAJALAH   LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH MATERI LITERASI 5 Moderator Sdr Phillips Steven Mursalim (XII.2) Notulis Sdri

31/08/2021 08:53 - Oleh Administrator - Dilihat 159 kali
MATERI LITERASI RICCI 4 : GENERASI INDONESIA 2045 : GENERASI EMAS ATAU CEMAS ?

LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH PERTEMUAN 4 : DEBAT LITERASI  PETUGAS :  Moderator Sdr Albert Yulius Ramahalim (XII.1) Notulis Sdri. Graciella Natahnia W. (X

25/08/2021 19:33 - Oleh Administrator - Dilihat 309 kali
MATERI LITERASI RICCI 3 : FILM FIKSI

LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH MATERI LITERASI 3  Moderator Sdri Jennifer Tantowi (XII.1) Notulis Sdri Geral Dinne Jovinta (XII.1) Doa / Dirigen Sdr Bryan Meyv

18/08/2021 07:08 - Oleh Administrator - Dilihat 313 kali
MATERI LITERASI 2 : Fenomena Makanan Berlabel BTS : Hal Positif atau Konsumerisme ?

Literasi Ricci : Membaca Dunia Lewat Sekolah   Pertemuan 2 : Debat Literasi   Moderator : Marcel Rottebayan Notulis  : Gery Pintoko Doa Dan Dirigen : Roslinawati Panelis

09/08/2021 16:59 - Oleh Administrator - Dilihat 580 kali
LITERASI GURU/PUISI/ BELUM DIBERI JUDUL

Belum Diberi Judul Sebuah Puisi Kemerdekaan dari : Gilby Fernando (Guru PPKN)   Banyak pertanyaan didalam pikiranku Membuat resah gelisah gundah hatiku Baiknya ku tuangkan dalam se

04/08/2021 09:48 - Oleh Administrator - Dilihat 1235 kali
MATERI LITERASI 1 : TOKOH

Literasi Ricci : Membaca Dunia Lewat SekolahPertemuan 1 Jenis : Sidang AkademikHari Tanggal : Kamis, 05 Agustus 2021Pemateri 1 : Andreas Purwo SantosoPemateri 2 : Danita TariganModerato

02/08/2021 19:26 - Oleh Administrator - Dilihat 566 kali