• SMA KATOLIK RICCI I
  • Respect Integrity Caring Citizenship Initiative

BERCERITA TOKOH IDOLA DALAM SIDANG AKADEMI

MATERI LITERASI 9 : TOKOH IDOLA

SIDANG AKADEMI

 

PETUGAS

Moderator Sdr Theo Xavier A. W. (XI.1)
Notulis Sdri. Celine Woen (XI.1)
Doa / Dirigen Sdr. Thomas Alfiantino (XI.1)
Pembicara I Sdri. Shirley (XI.1)
Pembicara II Sdri. Tamara Feodora Lumondo (XI.1)
Pembicara III Sdr. Terry Wu Thong That (XI.1)
Penanggap I Sdri.  Natasya Lie (XI.1)
Penanggap II Sdri. Emily Alexandra Lim (XI.1)
Penanggap III Sdri. Kezia Muriel Sidharta (XI.1)

 

Pembicara 1 

Jackie Chan

oleh Shirley (XI.1)

 Sebagian dari kita, pasti mengenal Jackie Chan, nama yang tidak asing bagi sebagian orang. Ia bernama asli陳港生(Chén gǎng shēng), sebelum mengganti namanya menjadi 房仕龙(Fáng shì lóng), ia biasa dipanggil成龙(Chénglóng) dan memiliki nama Inggris Jackie Chan. Ia lahir di Hong Kong, provinsi Victoria Peak pada tanggal 7 April 1954, anak dari Charles Chan dan 陈丽丽(Chénlìlì), serta memiliki 2 saudara kandung yaitu, 房仕德(Fáng shì dé) dan 房仕胜(fáng shì shèng). Jackie Chan adalah seorang aktor, sutradara, pemeran pengganti, produser film, aktor bela diri, aktor komedi, penulis naskah layar lebar dan juga penyanyi. Pada tahun 1982 Jackie Chan menikahi seorang wanita bernama 林凤娇, dan dari dirinya, ia memiliki 2 orang anak yang bernama Jaycee Chan, dan Etta Ng Chok Lam.

Saat Jackie Chan masih kecil, ia suka berkelahi, sikap nakalnya ini, ia bawa dari kelas 1 SD, akibat kenakalannya itu, ia tidak naik kelas. Selain itu, Jackie juga suka menonton film action ataupun kongfu, hingga suatu hari, ayahnya mengajak ia ke suatu tempat yang berada di gunung untuk belajar kongfu. Jackie sangat antusias atas ajakan tersebut, dan ia meminta kepada ayahnya untuk mendaftarkan dia ke tempat tersebut. Jackie Chan pun sungguh-sungguh belajar kongfu, tetapi sesudah 4 hari, Jackie menyesal telah meminta kepada ayahnya untuk didaftarkan ke tempat tersebut, karena menyebabkan ia berpisah dengan kedua orang tuanya yang terbang ke Australia. Ia masih membutuhkan  kasih sayang kedua orang tuanya. Sebagai gantinya, Jackie tinggal bersama sekumpulan anak yang belajar kongfu. Mereka sering berkumpul bersama, berantem dengan gangland, menjual bubuk illegal, balap mobil, dan lain-lain.

Sepuluh tahun kemudian orang tua Jackie Chan pun kembali dan sering mengunjungi dirinya. Ayah Jackie Chan sangat mengkhawatirkan kondisi anaknya itu, ia ingin ada seseorang yang menjaga Jackie , maka ia meminta kepada guru Jackie untuk menjadi ayah angkatnya. Menanggapi permintaan tersebut, guru Jackie semakin mempertegas dan memperbanyak latihan Jackie Chan. Setiap jam 5 pagi, Jackie bangun untuk memulai latihan kongfu , ia baru tidur pada pukul 12 malam. Jackie Chan memiliki teman yang tinggal di taman bermain, mereka bekerja di sana menjadi pemeran figuran, seperti menjadi : sun wukong, iblis laba-laba , memainkan opera peking , dan lain-lain. Begitulah Jackie Chan menjalani debut dalam industri perfilman. Setiap hari ia menjadi guru di sana, dari pagi hingga malam hari, dan tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ketika genap berusia 17 tahun, ia dinyatakan lulus oleh gurunya. Ia kemudian menjadi guru kongfu dan mengubah namanya menjadi 陈元龙 (chényuánlóng, nama ini ia pilih, karena ia pergunakan sebagai nama pemeran pengganti. Ketika dibutuhkan orang untuk melakukan gerakan bela diri berbahaya, banyak orang akan mencari dia. 陈元龙(chényuánlóng) nama yang akan terlintas di benak seseorang dalam industri perfilman jika membutuhkan seorang stuntman.

Sesudah 5-7 tahun perusahaan 新天地 didirikan, perusahaan ini memberikan kontrak kepada Jackie Chan dan memberikan 2 film kepada dia, tetapi hanya sedikit tiket penonton yang terjual.  Lalu 陈自强(chén zìqiáng)memaksa 罗维(luó wéi)untuk memasukkan dia ke perusahaannya dan merekomendasi Jackie Chan kepadanya. Luowei menjadikan Jackie Chan sebagai pemeran penganti dalam film古龙作品gǔlóng zuòpǐn,少林系列shàolín xìliè ,(Shao Lin Woonden Man) , sekitar 1 tahun kemudian, 吴思远(wúsīyuǎn)ingin memproduksi film Snake in the Eagle's Shadow, ia mengontrak Jackie Chan sebagai pemerannya, tidak lama kemudian ia mengontrak Jackie Chan kembali menjadi pemeran di Drunken Master, karena peran yang dimainkan dalam film – film tersebut, Jackie Chan dijuluki sebagai aktor bela diri komedi.

Sesudah Drunken Master terkenal, Jackie Chan mencoba berkarir sebagai sutradara. Fearless Hyena dan The Young Master adalah dua film besutan Jackie Chan. Dua film ini mendapatkan rating lumayan tinggi, sehingga membuat perusahaan 时嘉禾(shí jiāhé) tertarik membawa Jackie Chan ke Hollywood, untuk berperan di film The Big Brawl, The Cannonball Run, The Protector. Tetapi sayangnya, tiga film ini tidak disutradarai oleh dirinya, dan kurang mendapatkan apresiasi positif di masyarakat.

Tahun 1983 Jackie Chan menjadi sutradara kembali dan ia menyutradarai film Dragon Lord, film ini mendapatkan rating bagus, selain itu Jackie Chan bekerja sama dengan 洪金宝(hóngjīnbǎo) dan元彪(yuán biāo) menyutradarai film Winners & Sinners, Wheels on Meals, My Lucky Stars, Twinkle Twinkle Lucky Stars, dan Heart of Dragon, karena terjadinya perbedaan pendapat antara Jackie Chan dengan 洪金宝(hóngjīnbǎo), Jackie Chan tidak bisa sungguh-sungguh dalam berkerja sama, dan juga tipe filemnya lebih ke gaya bahasa 洪金宝(hóngjīnbǎo) punya tipe Jackie Chan, sampai munculnya filem (Police Story) lebih mencatum tipe gaya bahasa Jackie Chan. Film ini tidak hanya terkenal gila-gilaan di HongKong, tetapi juga terkenal gila-gilaan di Jepang, sehingga Jackie Chan mendapatkan julukan sutradara terbaik, aktor terbaik, film terbaik, aktor paling populer , dan lain-lain. Pada tahun 1989 Jackie Chan mendapatkan gelar MBE yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II (MBE adalah gelar kebangsawanan level ketiga yang diberikan kerajaan Inggris kepada warganya).

Pada tahun 1998 Jackie Chan memutuskan pensiun dari perusahaan 嘉禾(jiāhé), tetapi tidak beberapa lama kemudian, 嘉禾(jiāhé) mengundang kembali Jackie Chan untuk bekerja kembali di perusahaan tersebut sebagai aktor.Pada tahun 2001 Jackie Chan di undang oleh kerajaan Inggris untuk bekerja sebagai sutradara dan aktor di Inggris , ia memutuskan menghentikan kerja sama dengan perusahaan 嘉禾(jiāhé) untuk bermain dalam film Rush Hour.

Jackie Chan juga mendapatkan beberapa penghargaan yakni, pada tahun 1989, ia mendapatkan “Penghargaan Perfilman HongKong Untuk Film Terbaik”, tahun 1996, 1999, dan 2013, ia mendapatkan “Penghargaan Perfilman Hongkong Untuk Koreografi Aksi Terbaik”,tahun 2016, ia mendapatkan “ Piala Oscar Kehormatan”, dan lain-lain. Jackie Chan  juga  mendapakan penghasilan terbesar ke-2 di dunia dalam pefilman. Tidak semudah itu ia mendapatkan penghasilannya, pada tahun 2020 Jackie Chan hampir kehilangan nyawa saat bermain dalam film Vanguard,  pada saat adegan jet ski, ia sempat terjebak di bawah batu dan hampir tenggelam.

 

 

Pembicara 2 

Raden Ajeng Kartini

Oleh Tamara Feodora (11.1/17)

 

     Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal dengan sebutan R.A Kartini, merupakan seorang pelopor kebangiktan perempuan pribumi dan telah dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia. Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879. Ia berasal dari kalangan Priyayi atau kelas Bangsawan Jawa. Ayahnya seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, sedangkan ibundanya bernama M.A Ngasirah.

     Sejak kecil, R.A Kartini sudah sering melihat ibunya menjadi orang buangan dirumahnya sendiri. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan kasta antara ayah dan ibu Kartini. Ibu Kartini bukan berasal dari kalangan bangsawan, ia hanya seorang pembantu. Jika melihat garis keturunan ayah R.A Kartini, ia berasal dari keturunan Kerajaan Majapahit. Ayah kartini harus menikah lagi dengan seorang bangsawan, karena ibunya bukanlah dari keturunan bangsawan. Hal tersebut terjadi karena ada peraturan yang mewajibkan seorang bupati memiliki istri seorang bangsawan. Ayah Kartini dengan terpaksa harus nenikah lagi dengan seorang puteri keturunan Raja Madura bernama Raden Ajeng Woerjan yang akrab dipanggil Moerjam.

     Kakek Kartini, Ario Tjonddronegoro IV adalah seorang Bupati pendahulu ayahnya. Ia dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu Bupati pertama yang memberikan pendidikan Barat kepada anak-anaknya. Saat kecil, Kartini diperbolehkan sekolah di Eropeesche Lagere School (ELS). Namun setelah usianya 12 tahun RA Kartini harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Salah satu kakak RA Kartini, Sosrokarto adalah seorang yang pintar dalam bidang berbahasa dan memiliki pendidikan tinggi. Ia meminjamkan buku-buku berbahasa Belanda yang ia miliki untuk dipelajari oleh Kartini. Kebetulan RA Kartini bisa berbahasa Belanda karena pernah bersekolah di ELS, jadi tidak sulit bagi Kartini untuk belajar sendiri melalui buku-buku yang dipinjamkan kakaknya kepadanya. Kartini juga sering menulis surat kepada teman-teman korespodensinya yang berasal dari Belanda. Kartini memiliki kegemaran dalam belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi, ia mulai mengetahui dan memiliki ketertarikan dengan kemajuan cara berpikir wanita Eropa. Kartini juga menyadari bahwa wanita Eropa memiliki kebebasan sendiri untuk menentukan pilihan mereka. Tidak seperti wanita pribumi pada saat itu, wanita pribumi dianggap kaum yang paling rendah, dan dianggap tidak perlu memiliki pendidikan yang tinggi karena pada akhirnya juga akan bekerja didapur. Dari  situlah timbul keinginan Kartini untuk memajukan perempuan pribumi.

Dengan membaca buku, Kartini bisa merasakan kebebasan. Diketahui bahwa Kartini juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada pelanggannya). Salah satu majalah yang Kartini baca adalah majalah wanita Belanda yang berjudul ‘De Hollandsche Lelie’. Majalah itu berisikan tentang kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat. Bukan hanya sekedar membaca, tetapi RA Kartini juga beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Tulisan tersebut hanya tidak hanya membahas mengenai derajat wanita pribumi yang dianggap rendah tetapi juga membahas masalah sosial umum. Artikel pertama Kartini di publik adalah ‘The Marriage of Kodja Tribe’. Artikel tersebut tidak mengatas namakan nama Kartini, namun mengatas namakan nama ayahnya. Salah satu orang Belanda yang berpengaruh dalam hidup Kartini adalah Marie Ovink Soer, dia adalah istri dari seorang pegawai administrasi kolonial Hindia Belanda di Jawa Tengah. Berkat Ovink Soer Kartini mengenal gerakan feminisme di Belanda sejak usia 20 tahun. Ovink juga membantu Kartini dalam memperdalam bakatnya dibidang menulis. Artikel pertama Kartini dapat diterbitkan berkat bantuan Ovink Soer yang memintakan restu kepada ayah Kartini.

Kartini pernah menulisakan keinginannya memiliki sahabat pena dari Belanda yang dimuat dalam majalah De Hollandsche Lelie. Dari tulisannya tersebut, ia mendapatkan surat-surat dari wanita Belanda yang ingin berteman dengan Kartini, salah satunya adalah Estella Zeehandelar. Stella dan Kartini banyak bertukar pikiran. Kartini bercerita mengenai banyak hal, tentang bangsanya yang menderita karena penjajahan, keresahannya mengenai agama, hingga kepeduliannya akan pendidikan. Kartini juga memiliki teman korespodensi lainnya yang bernama Rosa Abendanon, istri dari JH Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda.

Kartini semakin banyak dikenal orang terutama di kalangan Londo-Londo. Dari pihak keluarganya sendiri ada yang mendukung, adapun yang menentang keinginan Kartinii. Kakak pertama Kartini yang bernama Slamet tidak menyetujui impian Kartini, ia bahkan pernah membakar tulisan Kartini. Slamet tidak ingin orang-orang berpikir bahwa putri sosroningrat memiliki pemikiran yang liar. Ibu tiri Kartini juga tidak menyetuju impian Kartini, namun ayahnya tetap mendukung Kartini.

Impian Kartini rupanya banyak yang menentang, akan tetapi ia tidak berhenti. Ia terus berjuang memajukan perempuan pribumi. Ia membeli buku dan menjualnya kembali kepada kaum wanita dengan harga yang terjangkau, mengajarkan aksara Belanda, serta memajukan pendidikan kaum wanita pribumi.

Pada tahun 1903, Kartini mendapatkan beasiswa ke Belanda sekaligus lamaran dari Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat. Kartini awalnya sudah mendapatkan restu dari ayahnya untuk menerima beasiswa ke Belanda, dan tinggal menunggu persetujuan dari sekolah nya di Belanda. Tetapi tak lama kemudian Bupati Rembang melamar Kartini, sehingga keputusan ayah nya menjadi bimbang. Kartini tidak ingin menikah, apalagi menjadi istri ke-4 Raden Adipati Joyodiningrat. Karena tidak ingin menyakiti hati ayahnya yang saat itu sedang sakit, Kartini membuat beberapa syarat yang menjadi alasan agar pernikahan dibatalkan. Tak terduga, syarat-syarat yang dibuat oleh Kartini diterima oleh Raden Adipati Joyodiningrat. Akhirnya Kartini menerima pernikahan tersebut dan menikah pada tanggal 12 November 1903, saat berusia 23 tahun. Tiga hari setelah Kartini menikah, persetujuan untuk beasiswa ke Belanda telah disetujui. Sayangnya Kartini tidak bisa melanjutkan pendidikan karena telah menikah. Pada akhirnya beasiswa tersebut diberikan kepada Haji Agus Salim dari Sumatra. Walaupun Kartini gagal melanjutkan pendidikan ke Belanda, suaminya mengerti keinginan Kartini, oleh karena itu Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di Rembang, yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama Kartini sekaligus anak terkahir suaminya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Sangat disayangkan beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Ia meninggal karena pendarahan setelah melahirkan, tekanan darah naik dan sempat kejang. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihan Kartini, pada tahun 1912 didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah ‘Sekolah Kartini'. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. JH Abendanon, suami Rosa yang merupakan teman korespodensi Kartini mengumpulkan surat-surat Kartini dan menjadikannya sebuah buku berjudul Door Duisternis tot Licht (1911). Buku itu diterjemahkan oleh sastrawan Armijn Pane pada 1939 dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Tulisan tersebut memilik tujuan untuk menginspirasi wanita Indonesia. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Presiden juga menepatkan hari Kartini pada tanggal 21 April, bertepatan dengan hari kelahiran R.A. Kartini. Nama Kartini juga digunakan sebagai nama-nama jalan di Belanda, yaitu di Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.

 

Daftar Pustaka :

Hanung Bramantyo. 2017. “Kartini”(film). Produser: Robert Ronny.

https://youtu.be/GeLVcSmf13E

Lanny Latifah. 2021. “Diperingati Setiap 21 April, Ini Biografi Singkat RA Kartini dan

Sejarah Ditetapkannya Hari Kartini”. Jakarta : Tribun news.com. https://m.tribunnews.com/nasional/2021/04/20/diperingati-setiap-21-april-ini-biografi-singkat-ra-kartini-dan-sejarah-ditetapkannya-hari-kartini

Fadila Adelin. 2016. “Ini dia 10 saudara kandung dan tiri RA Kartini, kamu sudah tahu?”.

Jakarta : Brilio.net https://www.google.com/amp/s/m.brilio.net/amp/sosok/ini-dia-10-saudara-kandung-dan-tiri-ra-kartini-kamu-sudah-tahu--160421p.html

M Fuad Nasar. 2015. “Arti Kartini di Masa Kini”. Jakarta : Medcom.id

https://m.medcom.id/oase/kolom/zNPMQPVb-arti-kartini-di-masa-kini#

Dwi Erianto. 2021. “Tokoh Raden Ajeng Kartini”. Jakarta : Kompas Pedia.

https://kompaspedia.kompas.id/baca/profil/tokoh/raden-ajeng-kartini

 

 

 

Pembicara 3 

MAHATMA GANDHI

oleh Terry Wu Thong That

Mohandas Karamchand Gandhi seorang pemimpin spiritual dan politikus India. Gandhi termasuk tokoh penting dalam gerakan kemerdekaan India. Ia mengedepankan gerakan tanpa kekerasan, dan mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Gandhi hidup di masa ketika banyak negara menjadi koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.

Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat, India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pemerintah kolonial. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan. Gelar Mahatma (bahasa Sanskerta: "jiwa agung") diberikan kepadanya pada tahun 1914 di Afrika Selatan. Selain itu, di India ia juga dipanggil Bapu (di dalam bahasa Gujarat panggilan istimewa untuk “ayah”). Gandhi tumbuh besar dengan sifat pemalu dan tidak percaya diri, tetapi ia berhasil mengalahkan diri sendiri dan bertransformasi menjadi salah satu pemimpin besar yang paling berpengaruh di dunia. Ia menanggalkan kehidupannya yang telah mapan dan berbaur dengan rakyat kasta terendah di India.

Ia memimpin ribuan orang berjalan kaki sejauh 384 km pada peristiwa Salt March. Peristiwa ini sebagai aksi penolakan rakyat India terhadap kebijakan Pemerintah Kolonial yang melarang orang India membuat garam sendiri. Aksi ini berakhir di Dandi, sebuah kota kecil di pesisir, tempat garam dari laut terhampar di atas pasir untuk diambil secara cuma - cuma. Aksi ini merupakan pembangkangan sipil terbesar dan paling berpengaruh yang dilakukan Gandhi dan terjadi pada Maret 1930. Kala itu, Gandhi menyerukan perlawanan damai terhadap British Salt Act yang diberlakukan sejak 1882.

Bagi Gandhi, gerakan protes tanpa kekerasan adalah senjata paling ampuh untuk melawan rezim yang lalim. Sebelum melakukannya di India, Gandhi pernah menjalankannya di Afrika Selatan pada 1906. Kala itu, dia menerapkan Satyagraha untuk melawan diskriminasi rasial imperialis Inggris terhadap orang-orang Asia. Gandhi menetap di Afrika Selatan selama hampir dua dekade untuk memperjuangkan hak asasi orang India yang dilanggar. Dia baru pulang ke India pada 1915 dan menginisiasi gerakan Satyagraha dua tahun kemudian di Distrik Champaran.

Ketika kembali ke India, dia membantu proses kemerdekaan India dari Inggris. Rakyat dari agama dan suku berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan.

Mahatma Gandhi meninggal pada tanggal 30 Januari 1948 di New Delhi, India. Dia ditembak oleh Nathuram Godse, simpatisan kelompok ekstrem Hindu Mahasabha. Godse melancarkan pembunuhan tersebut karena ia tidak setuju dengan sikap moderat Gandhi, seperti memperjuangkan doktrin anti-kekerasan dan mendukung berpisahnya Pakistan dari India.

Mahatma Gandhi menjadi Tokoh Idola saya karena dia telah membuktikan bahwa tidak segala perlawanan  detempuh melalui jalan kekerasan, melainkan bisa dilakukan dengan keteguhan hati dan kata – kata, sehingga kita mampu meraih segala hal yang kita harapkan.

 

















#dipublikasikan Tim Literasi, Publikasi dam Dokumentasi SMA Katolik Ricci 1 Jakarta

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Belajar Khotbah dan Bercerita tentang Benda/Hewan Kesukaan dalam Ekstrakurikuler Literasi

Sidang AkademiMateri Kelas X dan XI : Menceritakan Benda/Hewan Kesukaan Materi kelas XII          : Khotbah   Petugas Kelas X Moderator Sdri. Jomettaver

24/11/2021 15:35 - Oleh Administrator - Dilihat 192 kali
Investasi atau Pemborosan Ketika Membeli barang Limited Edition ? Mari kita Diskusikan

EKSTRAKURIKULER LITERASI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH   Tema :  Membeli Barang Edisi Terbatas : Suatu Investasi atau Pemborosan?   Petugas Kelas X Moderator Sdra.&nbs

17/11/2021 14:12 - Oleh Administrator - Dilihat 229 kali
BELAJAR PROMOSI DAN BEDAH BUKU DALAM EKSTRAKURIKULER LITERASI RICCI

BELAJAR PROMOSI DAN BEDAH BUKU DALAM EKTRAKURIKULER LITERASI RICCI Sidang Akademi   Materi :  Kelas X : Promosi Barang/Jasa Kelas XI : Promosi Barang Dan Jasa Kelas XII : Beda

10/11/2021 16:58 - Oleh Administrator - Dilihat 231 kali
BERDEBAT TENTANG TELEVISI : MASIKAH TEMAN KELUARGA INI BERTAHAN DI ZAMAN POST-MILENIAL ?

EKSTRAKURIKULER LITERASI MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH     PETUGAS KELAS X Moderator  Sdri. Shareen Alika (X.3) Notulis Sdri. Martha Marcella (X.3) Doa / Dirigen Sdr

03/11/2021 17:36 - Oleh Administrator - Dilihat 321 kali
BERBAGI INSPIRASI TOKOH IDOLA DAN PROMOSI DALAM SIDANG AKADEMI

EKSTRAKURIKULER LITERASI RICCI BERBAGI INSPIRASI TOKOH IDOLA DALAM SIDANG AKADEMIK   Petugas kelas X (Tema : Tokoh Idola) Moderator Sdri. Audrey Firshe ( X.3) Notulis Sdri . S

27/10/2021 12:59 - Oleh Administrator - Dilihat 240 kali
Adu Argumentasi Dalam Debat, Penggunaan Pakaian Bekas (Trifting) : Suatu Gaya Hidup Hemat, Benarkah ?

Penggunaan Pakaian Bekas (Trifting) : Suatu Gaya Hidup Hemat, Benarkah ? Debat LiterasiPetugas Kelas X Moderator Sdra. Khemawira Tjahya ( X.1) Notulis Sdra. Jonathan Valentino (X.1

20/10/2021 10:26 - Oleh Administrator - Dilihat 319 kali
BERCERITA KEGEMARAN DAN TOKOH IDOLA DALAM LITERASI

MATERI LITERASI 10 : HOBBY/KEGEMARAN (X,XI) DAN TOKOH IDOLA (XII)   SIDANG AKADEMI   Petugas : Kelas X  Materi : Hoby atau Kegemaran Moderator  Sdri. Chitra

13/10/2021 11:40 - Oleh Administrator - Dilihat 344 kali
Materi Literasi 8 : E-COMMERCE : E - Commerce suatu solusi dalam sistem perdagangan ataukah menghasilkan sistem pasar yang monopolistik.

LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH     PETUGAS :    Moderator Sdri Gracella Kurniawan (XII.3) Notulis Sdr. Elvina Budisartono (XII.3) Doa / Dirigen

21/09/2021 11:39 - Oleh Administrator - Dilihat 307 kali
MATERI LITERASI 7 : FILM DOKUMENTER

MATERI LITERASI 7 : Film Dokumenter  LITERASI RICCI ; MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH MATERI LITERASI 7   PETUGAS :  Moderator Sdri Elvira Budisartono (XII.3) Notulis Sd

14/09/2021 08:38 - Oleh Administrator - Dilihat 220 kali
MATERI LITERASI RICCI 6 : Operasi Plastik dan Standar Kecantikan : Perlukah?

MATERI LITERASI RICCI 6 : Operasi Plastik dan Standar Kecantikan : Perlukah?LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH PERTEMUAN 6 : DEBAT LITERASI  PETUGAS :  Moderator

07/09/2021 07:43 - Oleh Administrator - Dilihat 405 kali