Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (01-10-2019)

Masihkah Pancasila itu sakti?
Ketika guru-guru kita hanya mengajarkan teori tanpa nilai-nilai
Masihkah Pancasila itu berdaya?
atau hanya burung mematung di dinding-dinding istana
Hiasan dinding belaka
Tanpa seorang pun memandangnya sebagai falsafah bangsa
Kurang apalagi Pancasila sebagai dasar negara
Mengapa burung Garuda tak kunjung terbang mengangkasa
Terikat saja, berlari saja susah

Kita adalah Pancasila
Biarkan mereka berteriak khilafaf
Kita tetap Bhineka Tinggal Ika
Dari tanah rencong hingga Papua
Kita mendengar Indonesia

Ketika mendengar suara merdu orang Batak, saya tidak lagi mendengar Batak, saya mendengar Indonesia

Ketika saya mencium aroma hionya orang Tionghoa, itu bukan lagi Tionghoa, saya menikmati aroma Indonesia

Ketika saya mendengar lembutnya suara orang-orang Jawa dan Sunda, saya tidak lagi mendengar Jawa dan Sunda, saya mendengar kelembutan Indonesia

Ketika saya mengagumi keriting rambut dan kuit hitam Papua, saya mengagumi Indonesia

Inilah Kesaktian Pancasila
Manusia yang beranekaragam namun tetap satu jua

(Sajak ditulis oleh Hokkop Fritles Nababan, guru Sejarah SMA Katolik Ricci 1)