Semangat Pramuka yang Kembali Menggelora

“Semangat saya menggelora kembali seperti api unggun tadi malam. Walau melelahkan, kegiatan seperti ini membaharui jiwa saya,” jawab Callista pelan.

Praja Muda Karana atau yang disingkat Pramuka, sudah menjadi pelajaran wajib di tiap-tiap sekolah Indonesia. Pramuka sangat lekat keberadaannya dengan alam. Tak hanya menjadi cerminan cinta alam, pramuka juga identik dengan imej manusia yang tak dapat terpisah dari alam. Tak menjadi ayal, kegiatan kemah atau beraktivitas di alam terbuka sudah menjadi kegiatan wajib bagi seluruh Praja Muda Karana. Kamis kemarin (23/5), seluruh murid kelas 10 SMAK Ricci I kemah di Pangrango Panorama Camp, Megamendung, Puncak Bogor, Jawa Barat dalam rangka kegiatan pramuka yang rutin dilaksanakan tiap tahun.

Kegiatan kemah ini bersifat wajib bagi seluruh murid kelas 10 di SMAK Ricci I. Kemah ini dilaksanakan mulai dari Kamis (23/5/2019) hingga Sabtu (25/5/2019) lalu. Tentu banyak pihak yang terlibat dalam acara ini. Dimulai dari seluruh peserta kemah ini, yaitu seluruh murid kelas 10 Ricci I hingga para panitia yang menjadi koordinator acara ini. Para panitia yang terlibat di acara kemah kali ini adalah para pembina pramuka, para wali kelas 10, hingga para kakak kelas atau bantara saat acara pramuka.

Kegiatan kali ini berlangsung lancar dan disambut dengan gembira. Para peserta kemah merasa puas. Hal ini dikarenakan kegiatan kemah yang penuh dengan aktivitas yang menyenangkan dan menantang bagi para jiwa muda. Kegiatan-kegiatan seperti api unggun hingga outbond memeriahkan kemah kali ini. Berikut salah satu respon peserta kemah kali ini, Callista.

“Semangat saya menggelora kembali seperti api unggun tadi malam. Walau melelahkan, kegiatan seperti ini membaharui jiwa saya,” jawab Callista pelan.

Seluruh peserta menutup kegiatan pada malam pertama dengan Doa Rosario. Seluruh aktivitas pokok difokuskan pada hari kedua. Selain api unggun, para peserta kemah juga melakukan rafting atau arung jeram di sungai saat hari kedua. Tak hanya itu, kegiatan kemah ini juga terdapat acara barbeque.

Kegiatan kemah ini difokuskan pada pendidikan dan pembentukan karakter. Tentu pramuka yang unggul harus memiliki karakter yang unggul pula. Seluruh kegiatan kemah ini menekankan sifat seperti mandiri, berani, bertanggung jawab walau dalam kegiatan yang sederhana. Proses ini diharapkan mewujudkan seorang pramuka yang sudah dijelaskan tadi. Kegiatan kemah ditutup dengan upacara resmi dan foto bersama.

Seluruh kegiatan ini seolah-olah membawa jiwa kembali menyatu dengan alam setelah sibuk bergumul di perkotaan. Menghirup kembali udara segar sembari melepas penat dari perkotaan. Mata disuguhkan hijaunya pemandangan yang jarang didapat di perkotaan. Semilir angin sejuk yang menggelitik kulit serta bermain dengan rambut di tiap tiupan. Suara hening menjamu telinga setelah semua kebisingan di kota. Semua kegiatan ini membawa jiwa menyatu dengan alam kembali. Tentu kemah kali ini meninggalkan kesan yang dalam pada tiap pesertanya.

 

Oleh L. Pingkan W (X.1)