Kasihilah Musuhmu dan Berdoalah Bagi Mereka

Pandemi Corona telah mengajarkan kepada kita banyak hal. Ketika kita merayakan Ekaristi, seperti sekarang ini, kita tidak sedang “seolah-olah merayakan Ekaristi”, tetapi sungguh real peristiwa ini terjadi. Pernyataan itu disampaikan oleh Pastor Harno Leonardus, dalam misa Penutupan tahun pelajaran 2019-2020. Lebih lanjut beliatu menyatakan bahwa kita sedang merayakan Ekaristi secara baru, secara virtual. Meski kita tidak sedang berada di tempat yang sama, tetapi batin – hati kita terhubung satu sama lain dalam iman, iman akan Yesus Kristus.

Dalam situasi seperti sekarang ini kita memiliki kerinduan untuk bersama seperti masa lalu. Kerinduan yang besar itu kita simpan dalam hati kita, hingga suatu ketika, dalam harapan, kita yakin situasi ini akan berakhir. Dan dalam siatuasi baru itulah kita akan menjadi orang-orang yang baru.

Sebagai orang beriman kita percaya, bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita dalam situasi kita. Kita layak bersyukur karena dalam siatuasi seperti ini kita banyak menerima rahmat Tuhan yang kita terima. Kita mungkin sedih, kita rindu, mungkin juta gelisah, galau namun kita tidak kehilangan harapan. Kita tetap bersyukur, bahwa banyak hal yang dapat kita pelajari dari masa pandemi ini. Banyak juga makna yang kita temukan di tengah keprihatinan ini. Kalau ada yang membuat acara perpisahan yang unik, akan menjadi cerita, kelas, bahwa saya adalah generasi yang lulus secar virtual.

Bacaan kitab suci hari ini, Selasa 16 Juni 2020 memberikan pesan penting bagi kita.

Bacaan Pertama :

Jangan lakukan yang jahat di mata Tuhan (1 Raja-raja 21: 17-29)

Apa yang jahat di mata Tuhan kita semua tahu. Apa yang Tuhan tidak kehendaki, itulah yang jahat di mata Tuhan. Lakukanlah apa yang baik di mata Tuhan, bukan yang jahat. Jadilah Anda seperti apa yang Anda cita-citakan. Jika Anda ingin menjadi youtuber, jadilah youtuber yang baik. Jangan menjadi youtuber yang tidak Tuhan kehendaki. Jadilah diri Anda sebagaimana Anda cita-citakan, tetapi jangan melakukan yang jahat di mata Tuhan.

Bacaan Kedua :

Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Injil Mateus 5:43-48)

Siapakah musuh kita? Mungkin kita akan mengatakan yang menganiaya, yang nyinyir, tetapi juga mungkin diri kita sendiri. Bahkan, mungkin diri kita sendiri adalah muduh. Dari perintah Yesus dalam bacaan ini mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka seolah-oleh merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan.

Ada orang yang mengatakan bahwa lawan dari mengaisihi adalah membenci, ternyata juga tidak. Lawan dari mengasihi itu juga tidak peduli. Kalau kita mulai tidak peduli itu berbahaya, sebab selain kita lalu punya banyak musuh kita juga menciptakan musuh bagi orang lain. musuh-musuh kita, kalau kita anggap musuh, kalau kita peduli dengan mereka, kalau kita berhasil menyebut mereka dalam doa-doa kita, maka mereka tidak menjadi musuh lagi bagi kita. Jadi, perintah ini meskipun berat tetapi mungkin kita lakukan.

Dalam dunia virtual kita bisa menciptakan banyak musuh dalam diri kita. Setiap saat kita bisa memunculkan jiwa bermusuhan, kompetisi bermusuhan. Dan itu terjadi kalau dunia itu tidak kita akrabi dengan baik. Perintah untuk mengasihi musuh-musuh kita mengandung makna perintah untuk peduli, mengajak kita untuk membawa orang-orang yang tidak kita sukai dalam doa kita. Dengan demikian kita akan menjadi agen perdamaian, memutuskan rantai permusuhan. Dengan kepedulian rantai permusuhan akan dapat diputuskan.

Kita bersyukur bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita banyak hal. Pandemi ini telah membuat banyak orang menjadi kreatif. Di media sosial mulai tumbuh kerinduan untuk menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, ada yang membuat berbagai masakan. Akibat pandemi ini juga kita bisa semakin dekat dangan saudara-saudara kita, karena tinggal di rumah sepanjang hari dengan orangtua.

Pandemik membawa makna positif bagi kita semua. Orangtua semakin memaknai arti mendidik anak. Tidak mudah mendidik anak, dan siatuasi sekarang ini mengingatkan bahwa mendidik anak menjadi tanggungjawab bersama orangtua dan guru.

Bagi para guru menjadi kesempatan untuk belajar teknologi. Inilah kesempatan membuat dirinya tidak gaptek, ketika berhadapan dengan Generasi Z yang mempunyai berbagai ritme kehidupan yang sangat berbeda dengan kita.

Kita bersyukur pandemi mengajarkan banyak hal positif. Kita yakin pandemi akan segera berakhir. Melalui peristiwa ini kita diingatkan akan panggilan kita sebagai warga Ricci, yakni kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, dan jangan lakukan yang jahat di mata Tuhan.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Menempa Karakter dan Kolaborasi: Kegiatan Super Camp Siswa Kelas X SMA Katolik RICCI 1 di Cidahu

   Selama tiga hari 16-18 September 2026, siswa-siswi kelas X SMA Katolik RICCI 1 baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan Super camp di kawasan bumi perkemahan Cidahu, Su

21/09/2026 11:41 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 237 kali
Mengintip Dapur Demokrasi: Pengalaman SMA Katolik Ricci 1 dalam Edukasi Parlemen di DPR RI

JAKARTA — Memahami sistem pemerintahan tidak cukup hanya melalui lembaran buku teks Kewarganegaraan di dalam kelas. Guna memberikan pemahaman yang mendalam dan nyata mengenai pros

11/09/2026 15:39 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 97 kali
SPMB SMA KATOLIK RICCI I TAHUN AJARAN 2026/2027

SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) SMA Katolik Ricci I akan dibuka pada tanggal 13 September 2025 Pembukaan SPMB diawali dengan rangkaian kegiatan yang akan dikemas dalam acara Open H

12/09/2025 13:38 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 805 kali
SMA Katolik Ricci 1 Jakarta Sukses Gelar Pentas Teater “Mulan” di Gedung Kesenian Jakarta

Jakarta, 23 Mei 2023 – SMA Katolik Ricci 1 Jakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang seni pertunjukan dengan sukses menggelar pentas besar teater bertajuk “

26/05/2025 10:24 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 831 kali
Visinema Studios dan Novia Puspa Sari, Alumni Ricci 1, Berbagi Inspirasi di Kegiatan "Goes to School: Film Jumbo"

Pada Jumat, 25 April 2025, SMA Katolik Ricci 1 Jakarta menggelar kegiatan spesial bertajuk "Goes to School: Film Jumbo" bersama Visinema Studios. Acara ini menghadirkan Novia Puspa Sari

29/04/2025 09:27 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 702 kali
22 Siswa SMA Katolik Ricci Diterima di Universitas Terkemuka di China, 11 Siswa Peroleh Beasiswa

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Katolik Ricci. Sebanyak 22 siswa berhasil diterima di berbagai universitas ternama di China, dengan 11 di antaranya mendapatkan beasiswa. K

25/02/2025 12:20 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 2273 kali
Keberhasilan Panitia Rival Ricci dalam Menyelenggarakan Rival 8: Infinity and Beyond

SMA Katolik Ricci kembali mencatatkan keberhasilan luar biasa dengan sukses menyelenggarakan Rival 8 yang mengusung tema Infinity and Beyond. Kegiatan bergengsi ini berlangsung dari tan

20/11/2024 09:46 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 965 kali
SMA Katolik Ricci Gelar Seminar Penjelasan Hasil Tes Bakat Minat

Pada tanggal 10 September 2024, SMA Katolik Ricci 1 Jakarta mengadakan seminar yang bertujuan untuk menjelaskan hasil tes bakat minat yang telah dilaksanakan pada 21 Agustus 2024. Tes b

10/09/2024 07:53 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 1171 kali
SMA Katolik Ricci Gelar Supercamp 2024 di Cidahu, Sukabumi dengan Tema "Excellent in Academic and Character

Sukabumi, 30 Agustus 2024 – SMA Katolik Ricci menyelenggarakan kegiatan Supercamp tahunan yang berlangsung dari tanggal 28 hingga 30 Agustus 2024 di Cidahu, Sukabumi. Supercamp ka

02/09/2024 12:41 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 1074 kali
SMA Katolik Ricci Laksanakan Tes Talenta Bawaan untuk Siswa Kelas X: Mendukung Pemilihan Peminatan dan Jurusan Kuliah yang Tepat

    Pada tanggal 21 Agustus 2024, SMA Katolik Ricci Jakarta menyelenggarakan kegiatan penting yang ditujukan untuk membantu siswa kelas X dalam menentu

21/08/2024 10:11 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 1025 kali