Laki-Laki tidak Boleh gondrong di Sekolah : Rapi atau Ketidakbebesan Berekspresi ?
Pelajar Pria Boleh Gondron
Debat Literasi kelas X
Petugas
| Moderator | Carlyn |
| Notulis | Kenneth Hindra |
| Doa | Maria Nikita Laurencia |
| Panelis Pro | Bryan, Kelvin Orlin dan Matthew Chistopher |
| Panelis Kontra | Aditya Nugroho, Amelia Christine, Nathaniel Angelo |
Bahan Bacaan Debat Literasi
Apakah pelajar pria boleh gondrong?
Oleh: Matthew, Bryan, Kelvin
Pendahuluan
Permasalahan Gaya rambut bagi para pelajar pria ini awalnya terjadi di tahun 60-an. Datangnya Hippies atau flower generation membuat pemuda-pemudi Indonesia tidak mau lagi diatur. Mulai dari model rambut yang berubah menjadi gondrong, janggut panjang, baju warna-warni, hingga perilaku seperti alcohol, sex, dan narkoba pun dilakukan secara bebas. Pemerintah Indonesia saat itu khawatir bahwa Indonesia nantinya akan terlihat kotor atau berantakan. Hal tersebut karena Pemerintah Indonesia sedang menjual keindahan alam Indonesia kepada investor-investor asing. Untuk mencegah berkembangnya budaya Hippies / Flower Generation di Indonesia, pemerintah pun melakukan berbagai macam cara, termasuk dengan merazia para pemuda gondrong mulai dari pelajar, mahasiswa dan pemuda lainnya.
Isi
Sebuah sekolah di Texas, Amerika Serikat menghapuskan peraturan yang mengharuskan murid lelaki untuk memiliki rambut pendek. Pada awal tahun pembelajaran, beberapa murid yang berambut panjang dilarang untuk melaksanakan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Karena itu, organisasi ACLU, yaitu organisasi yang berfokus pada mempertahankan dan melindungi hak-hak individu di Amerika Serikat, menuntut sekolah-sekolah dan menantang peraturan tersebut.
Distrik sekolah kemudian mencapai persetujuan dengan pihak yang tersangkut dengan membolehkan murid-murid untuk ke sekolah dengan rambut panjang dan mengubah dress code untuk menjadi lebih gender-neutral. Menurut ibu dari seorang anak yang dilarang dari kegiatan sekolah, dia senang karena anaknya bisa menjadi dirinya sendiri, dan bahwa sekolah bisa mengurangi diskriminasi terhadap gender. Menurut pengacara organisasi ACLU, tuntutan ini seharusnya tidak perlu dilakukan. Dress code yang mendiskriminasi terhadap murid sekolah adalah peraturan yang “ketinggalan jaman”.[1]
Kita semua sudah tahu bahwa ada peraturan di sekolah tidak boleh memiliki rambut gondrong, tapi apakah rambut gondrong itu memang bermasalah? Sudah ada beberapa yang bilang bahwa memiliki rambut panjang akan membuat pelajar kurang fokus untuk belajar. Tetapi banyak juga yang bilang memiliki rambut yang panjang tidak pengaruh sama kegiatan belajar, tetapi para pelajar di sekolah tidak suka dengan peraturan itu. Banyak yang berkata “kenapa mereka tidak boleh pilih, mereka ingin memiliki rambut yang panjang atau pendek.”
Sekolah ingin para pelajar memiliki rambut yang sangat pendek, sulit untuk membentuknya menjadi gaya apa pun. Jadi pada dasarnya mereka ingin pelajar tidak bergaya. Mereka memiliki kehidupan setelah jam sekolah juga dan rambut pendek terlihat sangat buruk ketika kami pergi ke pesta atau acara keluarga. Beberapa pelajar juga ingin menghabiskan waktu di depan cermin seperti yang dilakukan gadis-gadis dan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk membuat diri kami terlihat lebih tampan.
Kesimpulan
Menurut kami, pelajar sekolah tidak perlu potong rambut menjadi pendek, karena rambut panjang tidak ada hubungan dengan kemampuan belajar. Malahan, mengharuskan murid-murid laki-laki untuk memiliki rambut pendek. Contohnya seperti Albert Einstein, dia memiliki rambut yang sangat panjang dan terlihat berantakan, tetapi lihatlah betapa cerdasnya dia.[2]
Daftar pustaka
https://kabarbangka.com/pelajar-rambut-gondrong-boleh-atau-tidak/?amp=1
[2]https://www.dawn.com/news/884704/humour-what-has-hair-got-to-do-with-studies
Pelajar Pria Akan Rapi Jika Tidak Gondrong
Oleh:
Aditya, Amelia, dan Nathaniel
- Pendahuluan
Jika orang melihat pelajar pria dengan rambut gondrong, maka image pelajar tersebut tidaklah baik. Di Indonesia, pelajar yang berambut gondrong menggambarkan kepribadian pelajar ini yang kotor, tidak disiplin, dan tidak terpelajar. Kenapa sih orang-orang menganggap pria berambut gondrong seperti itu? Apa sih alasannya?
- Pelajar Pria Tidak Boleh Gondrong
Rambut adalah cerminan kepribadian kita terhadap orang lain, rambut gondrong biasanya digambarkan sebagai orang yang sembrono, apalagi jika pelajar berpenampilan rambut gondrong, seharusnya sebagai pelajar kita harus rapi agar orang memandang kita tidak buruk.
Di Indonesia, pelajar yang berambut gondrong dianggap sebagai pelajar yang kotor,tidak disiplin, dan malas. Hal ini dikarenakan banyaknya film yang perannya antagonis dan berita kriminal seperti tawuran yang pelakunya berambut gondrong. Dan banyak diluar sana anak-anak yang tidak bersekolah memliki rambut yang gondrong
Oleh karena itu untuk menjaga imej sekolah, maka beberapa sekolah di Indonesia pun menerapkan peraturan bahwa pelajar pria tidak boleh gondrong saat melakukan pembelajaran. Peraturan ini dimulai sejak pemerintahan orde baru atau semenjak tahun 60an.
Hingga saat ini, sangat penting bagi seorang pelajar pria untuk bisa berpenampilan rambut rapi dan tidak gondrong. Didukung juga bila seorang pelajar memliki rambut yang gondrong dapat mengganggu proses pembelajaran sehari-harinya, seperti:
- Dapat mengganggu penglihatan siswa ketika proses pembelajaran, karena rambut yang panjang dapat menutupi area sekitar mata
- Rambut yang gondrong juga bisa menyebabkan kulit kepala menjadi gatal apabila tidak dibersihkan dengan benar, sehingga siswa merasa tidak nyaman dan terganggu saat pembelajaran
Lalu Ada Seorang penulis buku bernama Aria Wiratma Yudhistira juga pernah mengatakan "pemerintah orde baru melakukan represi terhadap anak muda yang berambut gondrong. Seperti tindakan diskriminatif baik di sekolah maupunkuliah.".
3.Kesimpulan
Pelajar pria harus berpenampilan rapi, salah satunya adalah bagian rambut, bukan hanya masalah menganggu saat pembelajaran, melainkan dalam kesehatan dan penampilan juga jelek dipandangan orang lain yang bertemu kita
DAFTAR PUSTAKA
https://www.froyonion.com/news/esensi/emang-kenapa-sih-ga-boleh-gondrong
https://www.froyonion.com/news/esensi/emang-kenapa-sih-ga-boleh-gondrong
Tulisan ini adalah bagian dari Ektrakurikuler Literasi yang diselenggarakan SMA Katolik Ricci 1 Jakarta secara Rutin setiap Minggunya. Dibagai dalam dua jenis kegiatan yaitu Sidang Akademi dan Debat Literasi. Informasi Lebih Lanjut Klik link di bawah.........
Jawab Tantangan Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa dan Guru, SMA Katolik Ricci Adakan Ekstrakurikuler Literasi Secara Rutin.
#dipublikasikan Tim Literasi & Tim Publikasi dan Dokumentasi SMA Katolik Ricci 1 Jakarta
Komentar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMA Katolik Ricci 1 Jakarta Sukses Gelar Pentas Teater “Mulan” di Gedung Kesenian Jakarta
Jakarta, 23 Mei 2023 – SMA Katolik Ricci 1 Jakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang seni pertunjukan dengan sukses menggelar pentas besar teater bertajuk “
LITERASI SISWA | Wanita Boleh Menyatakan Cinta Terlebih Dahulu
“Kamu sebagai perempuan seharusnya tidak perlu mengejar para lelaki, jadilah wanita yang mahal dan biarkan laki-laki untuk mengejarmu.” Kalimat tersebut pasti su
KURUKULUM MERDEKA BELAJAR : Antara Harapan dan Utopia Sebuah Tinjauan Berdasarkan Teori Darmaturgi
KURUKULUM MERDEKA BELAJAR :Antara Harapan dan Utopia Sebuah Tinjauan Berdasarkan Teori Darmaturgi Oleh : Marsell Rettobyaan (staf Pengajar) ABSTRACT Dunia pendikan tak pern
Cara Baru dan Mudah Membuat dan Menilai Lembar Aktivitas Siswa di Masa Pandemi.
Cara Baru dan Mudah Membuat dan Menilai Lembar Aktivitas Siswa di Masa Pandemi Oleh : Mira Aprilia ( Staf Pengajar) Covid- 19 memang mengharuskan kita membatasi seluruh kegiat
MODUL SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA
MODUL SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA oleh : Andreas Purwo Santoso staff pengajar SMA Katolik Ricci Kurikulum merdeka yang mulai diterapkan tahun ajaran depan, men
Boneka Arwah dalan Debat Literasi
Debat Literasi Kelas XI Petugas : Moderator Jessica Tivanka (XI.1) Notulis Theo Xavier (XI.1) Doa / Dirigen Natasya Lie (
Mengatasi Masalah dalam Organisasi atau Perusahaan : Sidang Akademik
Mengatasi Masalah dalam Organisasi atau Perusahaan Sidang Akademik Petugas : Bahan Bacaan Bahan Bacaan Kelas XI Sidang Akademi
Masihkah Batubara Menjadi Bahan Bakar yang layak digunakan ?
Masihkah Batubara Menjadi Bahan Bakar yang layak digunakan ? Debat Literasi Kelas XI Panelis Kontra Pemakaian Batubara Sebagai Sumber Energi Harus Dihentikan Oleh: Cecilia
“Hosana Putera Daud” Minggu Palma : Pemaknaannya dalam Terang Iman Kristiani
“Hosana Putera Daud” Minggu Palma : Pemaknaannya dalam Terang Iman Kristiani oleh : Yulius Gery Pintoko, S.Fil (Staf Pengajar SMA Ricci 1) Minggu Palam me
Review Film Dalam Sidang Akademi
Review Film Dalam Sidang Akademi Sidang Akademi Kelas X Petugas - Bahan Bacaan Bahan Bacaan Sidang Akademi kelas X *Tulisan

literasi sangat bermanfaat. bisa jadi bahan untuk kita belajar