LITERASI SISWA | Wanita Boleh Menyatakan Cinta Terlebih Dahulu

 Kamu sebagai perempuan seharusnya tidak perlu mengejar  para lelaki, jadilah wanita yang mahal dan biarkan laki-laki untuk mengejarmu.” Kalimat tersebut pasti sudah tidak asing di telinga. Namun, apakah kalimat tersebut memang betul kebenarannya?

 Stigma Dari Masyarakat

Di dunia ini, perempuan seolah tidak boleh menyatakan cinta terlebih dulu. Tak hanya cemas mendengar respons dari orang yang disukainya, label “murahan” dan “gampangan” yang diberikan oleh masyarakat turut serta menjadi alasan terbesar perempuan takut untuk mengungkapkan perasaannya. Padahal, perempuan juga berhak untuk menyatakan perasaannya duluan.

Stigma sosial di masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa kodrat wanita adalah dikejar, bukan mengejar. Hal ini terlihat dalam sebuah survei kecil yang sekitar 50 pria dan wanita. Survei tersebut memberikan pertanyaan: jika perempuan menyatakan cintanya terlebih dahulu kepada pria, apakah tindakan tersebut membanggakan atau justru memalukan?

Hasil survei dari para pria justru menyebutkan jika tindakan tersebut membanggakan. Berbagai alasan diungkapkan para responden, mulai dari menyebutkan jika perempuan menyatakan cinta terlebih dahulu merupakan bentuk dari kesetaraan, emansipasi, dan pemikiran dewasa. Namun, jawaban berbeda datang dari para perempuan. Masih banyak perempuan yang menganggap jika perempuan menyatakan cintanya terlebih dahulu kepada pria, maka hal tersebut akan mengakibatkan perempuan tersebut menjadi perempuan yang murahan karena tidak sesuai dengan kodratnya.

Entah dari mana pemikiran ini berakar, bahwa hanya laki-laki yang memiliki hak untuk mengungkapkan perasaan, mengejar cintanya duluan, atau sekadar making the first move. Hal ini bahkan diakui oleh para perempuan... banyak masyarakat yang mengibaratkan perempuan itu seperti berlian berharga yang memang seharusnya diam, menunggu, sampai ada seseorang yang menawarkan untuk ”membeli”-nya.

”Jangan mengejar. Kita yang harus dikejar.”

 AKIBAT

Stigma dari masyarakat tersebut juga mengakibatkan berbagai kerugian untuk kaum perempuan. Perempuan yang menerapkan stigma “Jangan mengejar. Kita yang harus dikejar”, akan mengakibatkan dirinya tidak bisa memilih lelaki yang sederajat nilainya. Para lelaki akan senang karena mereka bisa memilih perempuan yang baik dan mengejarnya sampai bisa mendapatkan hati perempuan tersebut. Namun, bagaimana dengan para wanita yang hanya bisa duduk manis, menunggu sampai ada seseorang yang ingin untuk “membeli”-nya?

Memendam perasaan yang valid juga akan mengakibatkan adanya perasaan tidak tenang dan “galau” di pikiran dan hati. Mengungkapkan perasaan yang valid akan memberikan perasaan lega, meskipun kemungkinan untuk ditolak juga ada. Namun lebih baik daripada berdiam diri dan merasa tidak tenang. Perempuan yang sedang memendam rasa kepada pria juga sebaiknya diungkapkan. Bagaimana jika perempuan tersebut tidak mengungkapkan perasaannya, lalu si pria akhirnya malah menyukai perempuan lain? Lagi-lagi, hal tersebut bisa terjadi karena adanya stigma dari masyarakat.

Berdiam diri di sebuah hubungan dimana kedua pihak sudah saling menyukai juga merupakan tindakan yang merugikan. Perempuan juga harus aktif, tidak hanya pasif. Di suatu hubungan, diperlukan tindakan feedback agar hubungan tersebut bisa berlanjut dan tidak dominan hanya di salah satu pihak. Kedua pihak harus sama-sama aktif dan saling mendominasi agar hubungan tersebut semakin kuat. Pria juga akan merasa bosan jika hanya dirinya yang bertindak aktif dan akhirnya akan berselingkuh mencari “mangsa” lainnya untuk menghilangkan rasa bosannya.

Hubungan tanpa status juga kerap terjadi di kalangan masyarakat. Salah satu faktornya adalah karena gengsi dari kedua belah pihak. Tidak semua pria berani untuk mengejar terlebih dahulu. Apalagi dengan adanya stigma bahwa perempuan tidak boleh mengejar terlebih dahulu, akan mengakibatkan hubungan tersebut semakin tidak jelas. Lalu, siapakah disini yang salah? Apakah sang pria yang tidak berani mengungkapkan perasaannya padahal stigma masyarakat mengatakan bahwa pria harus mengejar terlebih dahulu, atau perempuan yang sebenarnya berani untuk mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu namun dihalangi oleh adanya stigma masyarakat yang tidak memperbolehkan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu?

 PEREMPUAN BOLEH MENYATAKAN PERASAAN

Akibat-akibat yang telah disebutkan diatas, seharusnya sudah menjadi sebuah bukti, bahwa perempuan boleh menyatakan perasaannya. Meskipun masih banyak perempuan yang terpaku dengan stigma masyarakat tersebut, namun sudah banyak juga perempuan yang mulai acuh tak acuh dengan stigma tersebut dan fokus terhadap perasaannya sendiri.

Jakpat melakukan survei ini dengan melibatkan 702 responden. Survei tersebut dilakukan melalui aplikasi Jakpat pada 9 Mei 2022. Hasil survei Jakpat pun menunjukkan bahwa ada 39,7% responden perempuan pernah menyatakan perasaan lebih dahulu kepada pria yang mereka sukai. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau 38,7% responden beralasan merasa tidak tenang jika belum mengungkapkan perasaannya. Sebanyak 24,7% responden mengungkapkan rasa cintanya terlebih dulu karena ingin meminta kejelasan dari pria yang disukainya. Lalu, 17,6% responden ingin bergerak lebih cepat sebelum pria yang disukainya diambil oleh perempuan lain. Ada pula 10,8% responden yang menyatakan perasaan lebih dahulu karena pria yang disukainya tidak kunjung menyatakan cinta. Sedangkan, 8,2% responden menganggap hal tersebut merupakan bagian dari emansipasi wanita.

Para responden yang mengaku pernah menyatakan perasaannya duluan, pasti sudah tahu dengan resiko yang akan dihadapinya, yaitu ditolak. Namun, apa salahnya ditolak? Apakah jika ditolak artinya harga diri seorang perempuan akan menurun? Apakah dengan ditolak, perempuan menjadi murahan? Tentu saja jawabannya tidak. Jika perasaan anda ditolak sama dengan harga diri anda menurun, lantas sudah seberapa rendahkah harga diri seorang lelaki selama ini? Mengapa stigma perempuan itu “murahan” jika mengejar lelaki itu bisa muncul? Jika dibalik, apakah lelaki juga “murahan” jika mengejar-ngejar perempuan? Semua ini sudah pasti terjadi karena adanya budaya patriarki, dimana perempuan tidak boleh lebih dominan dibandingkan dengan lelaki, atau bisa dibilang tidak boleh sederajat dengan lelaki.

Sayangnya di zaman ini, budaya patriarki sudah semakin luntur. Derajat perempuan dengan lelaki sudah setara. Hak perempuan untuk menyatakan perasaannya terlebih dahulu juga seharusnya sudah dinormalkan, sama halnya dengan wanita yang boleh bekerja. Berdasarkan survei kecil yang melibatkan 50 pria, mayoritas pria bahkan mengatakan bahwa mereka akan senang jika perempuan mau untuk menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Tidak semua laki-laki memiliki sifat pemberani untuk mengutarakan perasaannya lebih dahulu, terkadang mereka juga mengalami kesulitan dan memiliki banyak pertimbangan untuk mendekati perempuan lebih dulu. Maka, untuk para perempuan yang memiliki perasaan yang masih dipendam, katakanlah sebelum terlambat.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.konde.co/2021/03/perempuan-bisa-dan-boleh-menyatakan-perasaan-duluan. html/

https://www.babelinsight.id/content/read/1555/cewek-nembak-duluan-malu-maluin-gak-s ih/

https://www.google.com/amp/s/www.shopback.co.id/katashopback/alasan-wanita-harus- menyatakan-cinta-lebih-dulu/amp

https://dataindonesia.id/ragam/detail/perempuan-nyatakan-perasaan-lebih-dahulu-ini-se deret-alasannya

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMA Katolik Ricci 1 Jakarta Sukses Gelar Pentas Teater “Mulan” di Gedung Kesenian Jakarta

Jakarta, 23 Mei 2023 – SMA Katolik Ricci 1 Jakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang seni pertunjukan dengan sukses menggelar pentas besar teater bertajuk “

26/05/2025 10:24 - Oleh GURU SMA RICCI 1 - Dilihat 631 kali
KURUKULUM MERDEKA BELAJAR : Antara Harapan dan Utopia Sebuah Tinjauan Berdasarkan Teori Darmaturgi

KURUKULUM MERDEKA BELAJAR :Antara Harapan dan Utopia Sebuah Tinjauan Berdasarkan Teori Darmaturgi Oleh : Marsell Rettobyaan (staf Pengajar) ABSTRACT Dunia pendikan tak pern

18/06/2022 14:08 - Oleh - Dilihat 1815 kali
Cara Baru dan Mudah Membuat dan Menilai Lembar Aktivitas Siswa di Masa Pandemi.

Cara Baru dan Mudah Membuat dan Menilai Lembar Aktivitas Siswa di Masa Pandemi Oleh : Mira Aprilia ( Staf Pengajar)   Covid- 19 memang mengharuskan kita membatasi seluruh kegiat

18/06/2022 14:03 - Oleh - Dilihat 127504 kali
MODUL SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA

MODUL SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA oleh : Andreas Purwo Santoso staff pengajar SMA Katolik Ricci   Kurikulum merdeka yang mulai diterapkan tahun ajaran depan, men

18/06/2022 13:01 - Oleh - Dilihat 2106 kali
Boneka Arwah dalan Debat Literasi

Debat Literasi  Kelas XI      Petugas :    Moderator Jessica Tivanka (XI.1) Notulis Theo Xavier (XI.1) Doa / Dirigen Natasya Lie (

11/05/2022 08:58 - Oleh - Dilihat 3292 kali
Mengatasi Masalah dalam Organisasi atau Perusahaan : Sidang Akademik

Mengatasi Masalah dalam Organisasi atau Perusahaan Sidang Akademik   Petugas :            Bahan Bacaan Bahan Bacaan Kelas XI Sidang Akademi

20/04/2022 08:52 - Oleh - Dilihat 1653 kali
Laki-Laki tidak Boleh gondrong di Sekolah : Rapi atau Ketidakbebesan Berekspresi ?

Pelajar Pria Boleh Gondron Debat Literasi kelas X   Petugas  Moderator Carlyn Notulis Kenneth Hindra Doa Maria Nikita Laurencia Panelis Pro Bryan,

20/04/2022 08:24 - Oleh - Dilihat 53215 kali
Masihkah Batubara Menjadi Bahan Bakar yang layak digunakan ?

Masihkah Batubara Menjadi Bahan Bakar yang layak digunakan ?   Debat Literasi Kelas XI Panelis Kontra Pemakaian Batubara Sebagai Sumber Energi Harus Dihentikan Oleh: Cecilia

13/04/2022 08:09 - Oleh - Dilihat 25862 kali
“Hosana Putera Daud” Minggu Palma : Pemaknaannya dalam Terang Iman Kristiani

“Hosana Putera Daud” Minggu Palma : Pemaknaannya dalam Terang Iman Kristiani oleh :  Yulius Gery Pintoko, S.Fil (Staf Pengajar SMA Ricci 1)   Minggu Palam me

10/04/2022 12:29 - Oleh - Dilihat 7381 kali
Review Film Dalam Sidang Akademi

Review Film Dalam Sidang Akademi Sidang Akademi Kelas X   Petugas -   Bahan Bacaan Bahan Bacaan Sidang Akademi kelas X           *Tulisan

06/04/2022 08:34 - Oleh - Dilihat 1658 kali