Materi Literasi 8 : E-COMMERCE : E - Commerce suatu solusi dalam sistem perdagangan ataukah menghasilkan sistem pasar yang monopolistik.
LITERASI RICCI : MEMBACA DUNIA LEWAT SEKOLAH
PETUGAS :
| Moderator | Sdri Gracella Kurniawan (XII.3) |
| Notulis | Sdr. Elvina Budisartono (XII.3) |
| Doa / Dirigen | Sdri. Silvia Monica Rochili (XII.3) |
| Team Panelis Pro | Sdr Michael Lou, Sdri Calista Wijardi, Sdri Karla Karlina (XI.2) |
| Team Panelis Kontra | Sdri Valerie Tan, Sdr. Masaakira M, Sdri Marlyne (XI.3) |
Argumentasi panelis Pro
E - Commerce Suatu Solusi Dalam Sistem Perdagangan
oleh
Calista Wijardi, Karla Karlina, dan Michael Lou
- Pendahuluan
Dewasa ini, penggunaan teknologi berkembang pesat dalam berbagai aspek kehidupan kita, salah satunya diterapkan dalam sistem perdagangan barang dan jasa. Perdagangan barang dan jasa tidak hanya dapat dilakukan langsung secara tatap muka, namun dapat dilakukan secara virtual melalui media internet. Media internet digunakan oleh sebagian penjual untuk berdagang secara online atau yang biasa disebut dengan sistem pedagangan e-commerce.
Tidak bisa dipungkiri, sistem perdagangan baru tersebut mempengaruhi cara manusia untuk bertransaksi, sehingga memunculkan perdebatan di masyarakat kita apakah sistem perdagangan e-commerce merpakan suatu solusi atau menghasilkan sistem pasar monopolistik.
E-Commerce sebagai solusi sistem perdagangan
Electronic commerce atau e-commerce adalah segala aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik (internet). E-commerce menghubungkan perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik, pertukaran atau penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik. Meskipun sarananya meliputi televisi dan telepon, kini ecommerce bisa juga menggunakan internet.
Sejarah perkembangan E-commerce
Awal mula perjalanan e-commerce dimulai dari tahun 1960-an, ketika dunia bisnis mulai menggunakan Electronic Data Interchange (EDI) untuk berbagi dokumen bisnis dengan perusahaan lain. Pada tahun 1979, American National Standards Institute mengembangkan ASC X12 sebagai standar universal bagi pebisnis untuk berbagi dokumen melalui jaringan elektronik.
Setelah jumlah individu yang saling berbagi dokumen elektronik bertumbuh pada dekade 80-an, pada era 1990-an muncullaha e-Bay (www.ebay.com) dan Amazon (www.amazon.com). Dua perusahaan ini merevolusi industri e-commerce, sehingga konsumen dimudahkan untuk membeli barang dalam jumlah tak terbatas secara online.
Awal E-commerce di Indonesia
Lahirnya e-commerce di Indonesia bermula dari hadirnya IndoNet, sebagai Internet Service Provider (ISP) di Indonesia. Kemunculan IndoNet menjadi cikal bakal pemanfaatan teknologi dalam segala bidang. Tidak terkecuali pada bisnis online. Kemudian, pada tahun 1996, muncul Dyviacom Intrabumi atau D-Net yang dianggap sebagai perintis jual beli online. Kehadiran media transaksi ini tentu saja menjadi kabar baik, tidak hanya bagi pemilik bisnis melainkan juga konsumen. Dengan menggunakan internet, proses transaksi akan jauh lebih mudah. Tapi pada saat itu internet hanya bisa menampilkan produk, sedangkan untuk pembayaran, penjual dan pembeli masih harus bertatap muka yang sekarang dikenal dengan nama sistem cash on delivery (COD).
Pada pertengahan tahun 2010-2011, semakin banyak e-commerce yang bermunculan di Indonesia, salah satunya Go-jek. Perusahaan ini awalnya berfokus dalam menjemput ataupun mengantar pelanggan ke suatu tujuan, tapi dalam perkembangannya, melalui aplikasi Go-Jek pelanggan bisa memesan makanan bahkan membayar tagihan listrik dan telepon. Inovasi yang Go-Jek lakukan banyak memberikan inspirasi bagi e-commerce lainnya. Kemunculan Go-Jek diikuti oleh e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya.
E-commerce sebagai solusi dalam perdagangan
Dengan adanya media ini, sebagian permasalahan dalam sistem perdagangan dapat diselesaikan, salah satunya masalah jarak. Dewasa ini, jarak tidak lagi menjadi halangan bagi penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan jual-beli. Penjual dan pembeli tidak perlu melakukan kontak fisik yang merupakan salah satu masalah terbesar pada masa pandemi seperti ini.
E-commerce juga membantu perkembangan perdagangan, khususnya bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Dengan adanya media ini, pedagang UMKM dapat membangun usahanya dengan modal yang kecil dan menjangkau banyak orang.
E-commerce juga membantu pertumbuhan ekonomi di indonesia, Hasil riset Indef pada tahun 2018 menunjukkan bahwa keberadaan e-commerce mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 0,71%. Pada tahun 2020, pemerintah merencanakan rancangan undang undang untuk menambah pajak yang akan dikenakan pada media e-commerce yang berasal dari luar negeri. Pasca penerbitan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 pada tanggal 31 Maret, pajak pertambahan nilai PPN sebesar 10% akan dikenakan atas barang dan jasa yang dijual melalui platform elektronik asing yang tidak memiliki entitas fisik di Indonesia, termasuk layanan ritel online, media streaming, e-learning, aplikasi, dan layanan cloud. Hal ini pun tentu akan membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia
- Penutup
Dari hasil research kami, kami menyimpulkan bahwa e-commerce dapat dijadikan solusi bagi masalah-masalah perdagangan, terutama dalam masa pandemi saat ini. E-commerce sebagai media yang sedang naik daun ini juga memiliki banyak manfaat bagi pedagang, pembeli, maupun bagi ekonomi negara. E-commerce merupakan wadah dimana pedagang kecil maupun pedagang besar memiliki peluang yang sama dalam bersaing guna meningkatkan perekonomian masing-masing.
Referensi:
- http://www.unpas.ac.id/apa-itu-e-commerce/
- https://raharja.ac.id/2020/04/28/e-commerce-perdagangan-elektronik/#:~:text=Sejarah%20E%2DCommerce,dokumen%20bisnis%20dengan%20perusahaan%20lain.
- https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik
- https://www.xendit.co/id/blog/inilah-sejarah-perkembangan-e-commerce-di-indonesia/
- https://www.bps.go.id/indicator/13/1099/1/tabel-perkembangan-umkm.html
- https://ekonomi.bisnis.com/read/20200417/12/1228750/e-commerce-dorong-perekonomian-indonesia-selama-pandemi-covid-19-
- https://www.adnews.com.au/opinion/fighting-the-myth-of-the-e-commerce-monopoly
- https://images.app.goo.gl/6fRDroQgNWNeuMfz7
- https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191223152017-37-125264/e-commerce-ri-tumbuh-pesat-tapi-kalah-dari-china-singapura
- https://ekonomi.bisnis.com/read/20200417/12/1228750/e-commerce-dorong-perekonomian-indonesia-selama-pandemi-covid-19-
- https://fe.unars.ac.id/index.php/2017/11/02/manfaat-e-commerce-bagi-masyarakat/
- https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/16/130001426/imf-e-commerce-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-asia
ARGUMENTASI PANELIS KONTRA
E-Commerce Menghasilkan Sistem Pasar Monopolistik
Oleh:
Marlyne Suteja, Masaakira Muliadi, Valerie Tan
Pendahuluan
Penggunaan internet tidak hanya sekedar digunakan masyarakat Indonesia untuk mencari informasi dan berkomunikasi, melainkan dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi. Transaksi jual beli awalnya dilakukan dengan bertemu langsung antara penjual dan pembeli, kini mulai ada pergeseran. Proses jual-beli barang dan jasa dapat dilakukan dalam genggaman jari berbasis jaringan elektronik. Hal inilah yang disebut E-Commerce. Sejak 11 tahun terakhir, E-Commerce menjadi platform marketplace yang sudah merajalela di Indonesia. Pengguna E-Commerce di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya, sehingga Indonesia menjadi negara tertinggi di dunia dengan 88,1% jumlah pengguna terbanyak baik dari produsen maupun konsumen dalam hasil survei We Are Social dari data terbaru pada April 2021.
Perkembangan E-Commerce di Indonesia
Perkembangan ekonomi digital Indonesia juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan negara. Diperkirakan, akan ada 50 juta pengguna internet baru di Indonesia setiap 5 tahunnya. Mengapa? Karena Indonesia termasuk negara dengan pengguna sosial media tertinggi di dunia. Menurut laporan McKinsey, sektor E-Commerce Indonesia sudah menghasilkan lebih dari 5 miliar dolar. Meningkat pesatnya pengguna smartphone serta tingginya tingkat penetrasi internet menjadi faktor yang paling menonjol dalam mempengaruhi perkembangan E-Commerce di Indonesia.
E-Commerce mengalami peningkatan yang begitu cepat di Indonesia karena adanya peningkatan yang cepat dari penggunaan smartphone. Smartphone jauh lebih terjangkau dibandingkan komputer dan laptop yang membuatnya mudah diakses oleh sebagian besar orang Indonesia. Ada sekitar 70% pengguna internet negara ini adalah pengguna smartphone. Laporan McKinsey menyoroti bahwa hampir 75% pembeli online di Indonesia menggunakan smartphone. Alasan penggunaan smartphone adalah semakin banyaknya jumlah perusahaan teknologi finansial, sehingga memungkinkan metode pembayaran yang beragam, munculnya berbagai aplikasi dan fitur pembayaran serta dompet online melalui smartphone, masyarakat semakin dimudahkan untuk melakukan transaksi online.
Ada top 5 marketplace E-Commerce Indonesia yang paling banyak pengunjung per bulannya, pada kuartal pertama 2021 (1 Januari - 31 Maret)
Tokopedia: 135 juta
Shopee: 127 juta
Bukalapak: 34 juta
Lazada: 30 juta
Blibli: 19 juta
Pasar Monopolistik dan E-Commerce
Pasar Monopolistik adalah sebuah bentuk pasar di mana ada banyak produsen yang saling berkompetisi dengan produk yang hampir serupa, namun memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan ini yang menjadi ciri khas dari produk yang dijual oleh masing-masing produsen. Karena produk yang diproduksi hampir serupa, masing-masing produsen akan bersaing dari segi kualitas, harga, serta cara pemasaran produk.
Ciri-ciri pasar monopolistik:
Banyak penjual dan pembeli
Pasar Monopolistik akan terwujud jika penjual dan pembeli di dalam pasar tersebut banyak dan beragam sehingga ada transaksi yang dilakukan.
Kebebasan Penjual
Setiap penjual bebas memiliki atau memberi syarat dan ketentuannya sendiri dari sistem cara jualnya dengan tujuan menguntungkan dan merekrut pembeli.
Produk Homogen
Produk yang dijual oleh produsen adalah produk yang sama/serupa (Homogen). Dengan begitu, pembeli akan mendatangi setiap toko yang ada untuk mencari perbandingan dari segi harga dan kualitas produk, sehingga pembeli bisa menentukan sendiri produsen yang akan diajak kerjasama.
E-Commerce adalah pembayaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem yang modern yaitu elektronik seperti pada internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer elektronik dana, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
E-Commerce sebagai pasar monopolistik
E-Commerce dikatakan sebagai monopolistik karena sesuai dengan ciri-ciri pasar monopolistik, dimana E-Commerce memiliki banyak produsen dan konsumen, produsen menjual produk yang serupa, serta produsen bebas menentukan harga, kualitas, dan sistem pemasaran dari produk yang dijual.
Transaksi E-commerce tentu dilakukan secara daring atau virtual, mesikupun demikian E-commerce memiliki jumlah produsen yang banyak dan juga jumlah konsumen yang banyak. E-commerce dalam bertransaksi jual-beli secara daring memiliki ketentuan bahwa penjual memiliki kebebasannya dalam hal harga, cara promosi, dan sebagainya, meskipun E-commerce memiliki beberapa kebijakan yang harus dipatuhi oleh produsen. Ciri pasar monopolistik yang ketiga adalah produk homogen. E-commerce memiliki berbagai kategori, namun memiliki penjual atau produsen yang memasarkan produk serupa dengan harga yang sama atau bahkan harga yang berbeda. Konsumen memiliki kesempatan untuk berbelanja pada produsen yang menjadi pilihan mereka walaupun barang yang dipasarkan sama.
Penutup
Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna internet maupun E-commerce tertinggi yaitu sebesar 88.1%. Dilihat dari perkembangannya 11 tahun kebelakang, perkembangan E-commerce di Indonesia sangat tinggi. E-commerce pada saat ini dapat dikatakan menciptakan pasar monopolistik, meskipun transaksi jual-beli dilakukan secara daring. Hal tersebut dapat dilihat bahwa E-commerce memiliki beberapa ciri yang dimiliki pasar monopolistik. Meskipun demikian, E-commerce dapat membantu pengusaha mikro atau yang tidak memiliki modal untuk membantu usaha mereka.
Daftar Pustaka
https://www.paper.id/blog/bisnis/pasar-persaingan-sempurna/
https://blog.mtarget.co/perkembangan-e-commerce-di-indonesia/
https://www.sirclo.com/top-10-marketplace-e-commerce-indonesia-yang-paling-banyak-pengunjungnya/
https://www.dosenpendidikan.co.id/e-commerce-adalah/
https://www.studiobelajar.com/pasar-monopolistik/
#dipublikasikan tim Dokumentasi dan Publikasi SMA Katolik Ricci 1 Jakarta
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMA Katolik Ricci 1 Jakarta Sukses Gelar Pentas Teater “Mulan” di Gedung Kesenian Jakarta
Jakarta, 23 Mei 2023 – SMA Katolik Ricci 1 Jakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang seni pertunjukan dengan sukses menggelar pentas besar teater bertajuk “
LITERASI SISWA | Wanita Boleh Menyatakan Cinta Terlebih Dahulu
“Kamu sebagai perempuan seharusnya tidak perlu mengejar para lelaki, jadilah wanita yang mahal dan biarkan laki-laki untuk mengejarmu.” Kalimat tersebut pasti su
KURUKULUM MERDEKA BELAJAR : Antara Harapan dan Utopia Sebuah Tinjauan Berdasarkan Teori Darmaturgi
KURUKULUM MERDEKA BELAJAR :Antara Harapan dan Utopia Sebuah Tinjauan Berdasarkan Teori Darmaturgi Oleh : Marsell Rettobyaan (staf Pengajar) ABSTRACT Dunia pendikan tak pern
Cara Baru dan Mudah Membuat dan Menilai Lembar Aktivitas Siswa di Masa Pandemi.
Cara Baru dan Mudah Membuat dan Menilai Lembar Aktivitas Siswa di Masa Pandemi Oleh : Mira Aprilia ( Staf Pengajar) Covid- 19 memang mengharuskan kita membatasi seluruh kegiat
MODUL SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA
MODUL SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA oleh : Andreas Purwo Santoso staff pengajar SMA Katolik Ricci Kurikulum merdeka yang mulai diterapkan tahun ajaran depan, men
Boneka Arwah dalan Debat Literasi
Debat Literasi Kelas XI Petugas : Moderator Jessica Tivanka (XI.1) Notulis Theo Xavier (XI.1) Doa / Dirigen Natasya Lie (
Mengatasi Masalah dalam Organisasi atau Perusahaan : Sidang Akademik
Mengatasi Masalah dalam Organisasi atau Perusahaan Sidang Akademik Petugas : Bahan Bacaan Bahan Bacaan Kelas XI Sidang Akademi
Laki-Laki tidak Boleh gondrong di Sekolah : Rapi atau Ketidakbebesan Berekspresi ?
Pelajar Pria Boleh Gondron Debat Literasi kelas X Petugas Moderator Carlyn Notulis Kenneth Hindra Doa Maria Nikita Laurencia Panelis Pro Bryan,
Masihkah Batubara Menjadi Bahan Bakar yang layak digunakan ?
Masihkah Batubara Menjadi Bahan Bakar yang layak digunakan ? Debat Literasi Kelas XI Panelis Kontra Pemakaian Batubara Sebagai Sumber Energi Harus Dihentikan Oleh: Cecilia
“Hosana Putera Daud” Minggu Palma : Pemaknaannya dalam Terang Iman Kristiani
“Hosana Putera Daud” Minggu Palma : Pemaknaannya dalam Terang Iman Kristiani oleh : Yulius Gery Pintoko, S.Fil (Staf Pengajar SMA Ricci 1) Minggu Palam me
